Dongkrak Kesejahteraan Petani Bali, ASN Diimbau Beli Produk Lokal

0
1928
Dongkrak Kesejahteraan Petani Bali, ASN Diimbau Beli Produk Lokal
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Suastini Koster, mempromosikan dagangan para petani di Pasar Pangan Murah, Jumat (17/7), di depan Kantor Gubernur Bali. Kegiatan ini juga dipantau Gubenur Bali Wayan Koster. (HUMAS PEMPROV BALI)
Bagikan Berita Ini

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Mendongkrak hasil pertanian lokal, pemerintah provinsi Bali mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli hasil pertanian lokal yang menghadapi kendala pemasaran di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya bela dan beli produk petani lokal.

Kegiatan betajuk ‘gelar pangan murah’ itu tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan Covid-19, seperti kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak selama transaksi jual beli berlangsung, serta yang lainnya.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Di India Tembus Satu Juta, Seperempat Umat Manusia Dalam Bahaya

Gelar pangan murah kali ini dipantau langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Bali. ASN Pemprov Bali yang berasal dari bebagai OPD nampak antusias mendatangi sejumlah stand untuk membeli berbagai produk pangan yang dijual seperti sayur mayur, buah, daging ayam hingga pindang.

Produk ikan pindang yang diolah dari ikan tongkol paling diminati kalangan ASN, ikan pindang yang merupakan hasil tangkapan nelayan Kusamba, Kabupaten Klungkung dari hasil produksi kelompok usaha Segara Mina Kusamba.

BACA JUGA: Pertemukan 9 IAIN Dengan Menag Dan Menpan-RB, DPD RI Tuntaskan Aspirasi Para Rektor

Ny Putri Suastini Koster mengatakan ASN untuk bisa membeli produk dari hasil pertanian lokal Bali, sebagai upaya mendukung kesejahteraan petani. Serta ASN diharapkan bisa menjadi pelopor untuk membeli produk pertanian lokal Bali.

“ASN diimbau untuk membeli, bukan diminta. Tapi tidak ada salahnya karena untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Bali, maka ASN memanfaatkan hasil pertanian petani lokal, kualitasnya juga sama,” ujarnya, Jum’at (17/7/20).

BACA JUGA: Penumpang Bus Harus Isi CLM, Tolong Jujur!

Ia menambahkan, jika imbauan ini dilakukan selain agar para ASN mencintai produk-produk lokal Bali dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, juga untuk mengurangi fluktuasi harga komoditas.

“Agar ASN lebih mencintai produk-produk lokal Bali dan mengurangi fluktuasi harga komoditas pangan dan bisa mengendalikan inflasi daerah,” katanya.

Ny Putri Koster mengapresiasi dan menyambut positif kegiatan gelar pangan murah yang mempetemukan petani dengan ASN Pemprov Bali. Selain membantu para petani dalam menyalurkan produk mereka, kegiatan ini juga bertujuan mengurai keramaian di pasar tradisional.

“Dengan mendatangkan langsung petani ke sini, ASN tak perlu lagi pergi ke pasar. Itu artinya kita sudah mengurai keramaian,” ujarnya.

BACA JUGA: Bali dan Masa Depan Kualitas Lingkungannya

Oleh sebab itu, ia mengusulkan kepada Gubenur Bali agar kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat, namun tidak terpusat di satu titik dan tidak memicu kerumunan.

Ia menyarankan Pasar Pangan Murah dapat dilaksanakan di tiap-tiap kantor OPD. “Undang petani untuk datang dan beli produk mereka. Itu akan sangat membantu penyaluran produk pertanian yang tekendala pemasaran di era Covid-19 kali,” ucapnya.

ASN Pemprov yang jumlahnya puluhan ribu diminta memanfaatkan kegiatan pasar murah dalam memenuhi kebutuhan pangan mingguan. “Setiap hari Jum’at agendakan untuk membeli segala kebutuhan di sini, sehingga pada akhir pekan tak perlu lagi ke pasar,” harapnya.

BACA JUGA: Sah! Majelis Hakim Vonis Penyiram Novel, RK 2 Tahun Penjara dan RB 1 Tahun 6 Bulan

Ny Putri Koster menyebut saat inilah masyarakat lokal punya kesempatan menikmati produk pangan berkualitas dengan harga yang cukup terjangkau, yang sebelumnya hanya menjadi konsumsi para tamu di hotel-hotel berbintang.

“Kalau sebelumnya, sayur seperti brokoli, kailan atau romaine kan hanya dipasok ke hotel dan harganya mahal. Sekarang kita bisa nikmati dan ternyata rasanya sangat enak,” katanya.

Pada pelaksanaan minggu-minggu berikutnya, ia menyarankan agar lapak pedagang bisa ditata di bawah pohon di areal Kantor Gubernur. Selain menarik secara estetika, pola itu sebagai bagian dari penerapan protokol menjaga jarak.

BACA JUGA: Aksi Penolakan Omnibus Law di Makassar Ricuh, 37 Mahasiswa Ditangkap

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana menerangkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah rutin digelar setiap hari Jumat di halaman kantornya. Mulai Jumat ini, gelar pasar murah produk pertanian juga dilaksanakan di areal Kantor Gubernur yang kebetulan lokasinya berdampingan dengan Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar.

Menurutnya, dengan lokasi pelaksanaan di depan Kantor Gubernur, kegiatan ini diharapkan menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga. Sehingga yang belanja bukan hanya ASN, tetapi juga masyarakat umum.(irfani)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here