Utang Pemerintah Belum Lunas, PLN Terancam Kolaps, Said Didu: Selamat Menikmati

0
1662
Utang Pemerintah Belum Lunas, PLN Terancam Kolaps, Said Didu: Selamat Menikmati
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – PT PLN (Persero) menghadapi kinerja keuangan yang berat dan terancam kolaps. Hal ini dikarenakan utang pemerintah senilai Rp 45,42 triliun ke perusahaan belum juga dibayar.

Utang itu berasal dari kompensasi tarif selama 2 tahun karena kebijakan Presiden Jokowi tidak menaikkan tarif listrik.

BACA JUGA: Aksi Penolakan Rapid dan Swab Test Sebagai Syarat Administrasi

Tak hanya utang pemerintah, PLN juga terancam kolaps karena terlilit utang hingga Rp 500 triliun, akibat kebiasaan perusahaan mencari pinjaman Rp 100 triliun setiap tahun selama lima tahun terakhir.

Utang tersebut untuk membiayai proyek kelistrikan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah sejak 2015.

Bagi mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, kabar keuangan buruk bagi perusahaan plat merah seperti PLN tersebut bukanlah hal yang mengejutkan.

BACA JUGA: Dampak Covid-19, KAHMI Bali Di Lantik Secara Virtual

Kata dia, pengelolaan perusahaan BUMN benar-benar salah arah sejak tahun 2026. Di mana banyak penugasan yang tidak tepat atau tidak layak.

“Masalah di BUMN diawali oleh berbagai kebijakan yang salah sejak 2016 dengan banyaknya penugasan yang tidak layak,” ujar Said Didu dalam cuitan di akun Twitter, Minggu (26/7).

BACA JUGA: Pasien Covid-19 Yang Sembuh Terus Meningkat Di Denpasar

Said Didu bahkan memperkirakan ancaman kolaps karena utang tersebut tidak hanya terjadi pada PLN saja.

“Selamat menikmati. Perkiraan saya masalah yang sama akan terjadi di beberapa BUMN besar yang lain,” pungkasnya. (Rmol)


Bagikan Berita Ini


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here