Pemda Jembrana Bangun Pengolahan Sampah Baru

0
1494
Pemda Jembrana Bangun Pengolahan Sampah Baru
Pemerintah Kabupaten Jembrana, mengadakan peletakan batu pertama untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang baru, Senin (27/7).
Bagikan Berita Ini

JEMBRANA (TEROPONGMETRO) – Pemerintah Kabupaten Jembrana, mengadakan peletakan batu pertama untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang baru, Senin (27/7).

Fasilitas ini adalah layanan pengelolaan sampah padat pertama di Kabupaten Jembrana yang bertujuan untuk memberi manfaat bagi 150.000 penduduk di wilayah tersebut. Fasilitas ini merupakan sistem pengelolaan dan daur ulang sampah berkelanjutan yang juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan permanen bagi masyarakat sekitarnya.

BACA JUGA: Anak Tak Punya HP saat Belajar Online, Orang Tua Siswa di Ciamis Jual Sawah

Peletakan batu pertama dilakukan bersama dengan Program STOP, Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (The Alliance to End Plastic Waste), dan pemerintah Kabupaten Jembrana, di mana momen ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengatasi kebocoran sampah plastik ke lingkungan secara efektif. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan area pemilahan dan pengolahan sampah, peralatan penanganan residu, dan fasilitas pendukung lainnya untuk mengelola dan mendaur ulang sampah organik dan non-organik dari rumah tangga dan usaha/industri sekitar. Pembangunan fasilitas ini diharapkan selesai pada akhir tahun 2020.

“Pengelolaan sampah adalah sebuah program prioritas dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini. Program persampahan untuk masyarakat harus terus berjalan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar I Wayan Sudiarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana.

BACA JUGA: Kapendam: Kodam IX/Udayana Terima Ratusan Calon Bintara PK TNI AD TA 2020 Baik Pria dan Wanita

Sementara Jacob Duer, Presiden dan CEO Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste), mengaku senang ikut serta dalam kemitraan ini untuk mengampanyekan pentingnya pengelolaan sampah di mulai dari rumah, mengumpulkan sampah rumah tangga, dan menyediakan fasilitas pengolahan sampah untuk masyarakat. Kata dia, dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini merupakan tonggak penting untuk memberi peluang kerja bagi masyarakat lokal di sektor pengelolaan sampah.

“Tiga miliar orang di seluruh dunia masih kekurangan akses ke sistem pengelolaan sampah padat yang terorganisir, dan langkah yang kami mulai hari ini di Jembrana membuka jalan bagi kami untuk menunjukkan efektivitas dan skalabilitas atas solusi ini,” kata Jacob Duer.

BACA JUGA: Pastikan Ketersediaan Pangan, Bupati Bersama Dandim Karangasem Gelar Panen Raya

“Semakin banyaknya orang yang ikut serta dalam perjalanan ini bersama kami dan Program STOP Jembrana, adalah contoh bahwa kemitraan publik-swasta akan memberikan solusi yang dapat kami terapkan di kota-kota lain yang memiliki kebocoran sampah plastik ke lingkungan yang tinggi,” ujarnya.

Sedangkan CEO Borealis, Alfred Stern, mengaku sangat senang melihat kemajuan pesat yang dicapai pada kemitraan kota Program STOP di Jembrana.

“Kolaborasi dengan Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik pada program utama seperti ini sejalan dengan komitmen kami untuk menghindari plastik mencemari lautan dan lingkungan dengan menyediakan pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sekitar,” katanya.

BACA JUGA: Resesi Ekonomi Menerpa Korsel dan Singapura, Akankah Indonesia Menyusul?

Sejak awal Juli 2020, warga Jembrana telah memperoleh manfaat dari pengumpulan sampah formal untuk pertama kalinya. Diharapkan dalam dua tahun, lebih dari 150.000 orang di kabupaten Jembrana akan memiliki layanan pengumpulan sampah formal melalui inisiatif Program STOP Jembrana.

“Warga Jembrana adalah fokus utama dari upaya penting ini untuk mengatasi pencemaran sampah di lingkungan serta melindungi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat,” kata Joi Danielson, Direktur Program, Program STOP.

“Komitmen pemerintah kabupaten Jembrana, dengan dukungan Aliansi untuk Mengakhiri SampahPlastik, sangat penting bagi misi kami untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang sirkuler dan menghentikan polusi plastik ke lingkungan,” tandanya. (rls)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini