Koorpresnas BEM PTMI Angkat Bicara Soal Carut-Marut Pendidikan Era Nadiem Makarim

0
576
Koorpresnas BEM PTMI Angkat Bicara Soal Carut-Marut Pendidikan Era Nadiem Makarim
ilustrasi.
Bagikan Berita Ini
  • 3
    Shares

SIDOARJO (TEROPONGMETRO) — Sejumlah Organisasi Mahasiswa menyoroti  kesenjangan pendidikan di Tanah Air terutama pada waktu pandemi covid-19 ini. Mereka  mendesak Kemendikbud untuk segera mengatasi carut-marut dunia pendidikan yang terjadi saat ini.

BACA JUGA: Nadiem Makarim Sambangi Muhammadiyah, Abdul Mu’ti Apresiasi Permintaan Maaf Menteri Pendidikan

Penerapan kebijakan pembelajaran secara daring saat ini dinilai sangat carut-marut bahkan sangat merugikan mahasiswa dan orang tua mahasiswa.

”Saat ini Kemendikbud atau Nadiem Makarim dinilai gagal dalam bekerja untuk mengatasi kesenjangan tersebut,” ujar Koordinator Presidium Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia (Koorpresnas BEM PTMI)  Nur Eko Suhardana ketika di hubungi, Rabu (29/7).

Ia juga menegaskan seharusnya  kebutuhan akan pendidikan merupakan hak bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah selaku pengelola negara ini memiliki kewajiban untuk melaksanakannya, Ketentuan tersebut yang tercantum dalam UUD 1945.

BACA JUGA: Legislator Gerindra Minta Jokowi Hormati Putusan PTUN Atas Gugatan Evi Novida Ginting

Pendidikan adalah bukan semata-mata mereka yang memiliki uang saja yang bisa mendapatkan akses pendidikan, tetapi mereka yang miskin dan berada di kawasan 3T (tertinggal, terluar, terdepan) juga harus mendapatkan pendidikan yang layak.

Nur Eko mengatakan bahwa saat ini akses internet dan penunjang pembelajaran daring masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia jika dilihat  dari total 83.218 Desa/Kelurahan di Indonesia.

“Tercatat ada 12.548 Desa/Kelurahan yang belum terjangkau jaringan 4G, sehingga hal ini menimbulkan sebuah permasalahan yang sangat serius dan seharusnya Nadiem Makarim mencarikan solusi atas problematika yang terjadi,” jelasnya.

BACA JUGA: Diisukan Akan Masuk Koalisi Pemerintahan Jokowi, Zulhas Sebut PAN Mitra Yang Kritis

Sementara itu, Nur Eko juga meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja Nadiem Makarim yang dinilai gagal dalam mengatasi carut-marut pendidikan di tengah pandemi covid-19 selama hampir 4 bulan ini, Pungkasnya. (syh)


Bagikan Berita Ini
  • 3
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here