Thermogun Berbahaya Bagi Otak? Begini Pendapat Para Ahli

0
744
Thermogun Berbahaya Bagi Otak? Begini Pendapat Para Ahli
Ilustrasi Cek suhu tubuh dengan thermo gun.
Bagikan Berita Ini

YOGYAKARTA (TEROPONGMETRO) – Belakangan masyarakat diresahkan dengan informasi bahwa alat ukur suhu tubuh tembak (thermogun) memiliki dampak samping terhadap jaringan otak.

Menjawab isu tersebut, dokter spesialis syaraf RS PKU Yogyakarta Zamroni menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berlebihan.

BACA JUGA: Hasto Sebut Aksi Teror di PAC PDIP Bermotif Ideologi Dan Anti Ketuhanan

“Allah menciptakan otak di dalam lapisan yang memiliki banyak lapisan, alangkah lengkapnya proteksi yang ada di situ. Dari segi anatomis (kepala manusia), alat ini masih cukup aman untuk digunakan,” jelas Zamroni dalam Healthy Corner yang disiarkan secara live melalui youtube Muhammadiyah Channel, Selasa (28/7).

Zamroni menilai informasi itu berlebihan sebab semua alat detector selain thermogun yang digunakan di bandara, hotel, dan lainnya juga memakai infrared.

BACA JUGA: Refleksi Milad ke 111 Muhammadiyah: Gerak Berkemajuan, Hadirkan Keunggulan

Menurut Zamroni, selain mengikut pada protokol kesehatan untuk mengurangi kontak fisik, penggunaan thermogun juga tepat digunakan dalam batas yang wajar.

“Thermogun sudah lama dipakai untuk anak kecil. Dulu (sebelum pakai termo tempel di tempat yang banyak pembuluh darah seperti anus, ketiak, bawah lidah. Tapi kan tidak mungkin mengukur di tiga area itu,” imbuhnya.

Menyambung Zamroni, ahli Kesehatan Masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Semarang Didi Sumanto menilai berkembangnya disinformasi mengenai isu bahaya thermogun tidak lepas dari kesehatan mental masyarakat.

BACA JUGA: Mendikbud Minta Maaf dan Berharap Muhammadiyah, NU dan PGRI Kembali ke POP

“Kita harus pahami. Ini juga dipicu hoaks dari berbagai hal. Masyarakat yang terpelajar pun belum punya kesiapan mental. Pengalaman saya (dalam sosialisasi) harus bagaimana agar masyarakat tidak takut. Kami di bidang Kesehatan Masyarakat harus berhati-hati dalam mengemas informasi,” ungkapnya.

Terakhir, Didi menghimbau agar masyarakat tidak takut secara berlebihan sepanjang mentaati dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh para ahli terkait pandemic Covid-19.(ra)


Bagikan Berita Ini


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here