Hikmah Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

0
1626
Hikmah Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19
KH Mustafid Amna saat menjadi khatib Salat Id di Musholla Baitul Mu’miniin BKDI Denpasar, Jumat (31/7/2020).
Bagikan Berita Ini
  • 19
    Shares

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Hari Raya Idul Adha 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020. Sama halnya dengan Idul Fitri, umat muslim di seluruh penjuru dunia melaksanakan Hari Raya Idul Adha tahun ini bertepatan dengan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam pelaksanaan Idul Adha. Lantas bagaimana memaknai Idul Adha di tengah pandemi kini?

BACA JUGA: Musholla Baitul Mu’minin Gelar Shalat Idul Adha Dengan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Khotib dan Imam dalam Salat Idul Adha di Musholla Baitul Mu’miniin BKDI Denpasar adalah KH Mustafid Amna menyampaikan pesan-pesan perayaan Idul Adha di tengah pandemi harus menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, dengan saling berbagi kebaikan kepada sesama manusia. Pasalnya, saat melihat kondisi kini banyak warga yang membutuhkan bantuan.

“Seluruh amal ibadah dan pengorbanan yang dilakukan di momen Idul Adha ini dapat menunjang terciptanya kehidupan yang harmonis, baik antarsesama umat beragama maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya saat dijumpai kontributor teropongmetro.com usai memimpin Salat Id di Musholla Baitul Mu’miniin BKDI Denpasar, Jumat (31/7/2020).

BACA JUGA: Begini Kronologis Jalan Berliku Penangkapan Djoko Tjandra

Dirinya mengajak umat Islam untuk mengambil nilai keteladanan yang terkandung dalam kisah pengorbanan Nabi Ibrahim, Allah memerintah kepada Nabi Ibrahim melalui mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail Alaihissalam. Hikmahnya yaitu dalam mencapai tujuan mulia dibutuhkan suatu pengorbanan. Oleh karena itu, kini saatnya kita sebagai umat Islam mengambil makna keteladanan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anak yang dicintainya.

“Semoga momen Idul Adha ini selain bisa meningkatkan keimanan juga menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama. Dalam rangka membangun kembali bangsa Indonesia yang maju, produktif, dan aman dari pandemi Covid-19,” harapnya.

BACA JUGA: Keputusan Tidak Mencalonkan Akhyar Berbuntut Panjang, Sejumlah Kader PDIP Nyatakan Mundur

Ustadz Mustafid menjelaskan, arti kata Adha adalah pengorbanan dan Qurban adalah dekat, maka momentum Idul Adha merupakan kesempatan manusia mendekatkan diri kepada Allah melalui beribadah dan berkurban.

“Kurban disimbolkan dengan kambing atau sapi, karena bermanfaat bagi kehidupan manusia, dagingnya disalurkan dibagi-bagikan,” ujarnya

Sedangkan relevansi dengan situasi yang ada saat ini adalah bahwa Covid-19 menjadi bagian dari pengorbanan dan merupakan takdir dari Allah yang tidak bisa dihindari oleh manusia.

BACA JUGA: LP Maarif NU Heran, Sudah Mundur Tapi Masih Dicantumkan Dalam POP Kemendikbud

“Makna dan hikmah Idul Adha bagi umat Islam yaitu untuk berbagi kepada sesama. Semakin memperbesar rasa syukur dan pengorbanan umat muslim lewat penyembelihan hewan kurban, melatih untuk menjadi pribadi yang berjiwa besar dan bersabar, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat solidaritas kemanusiaan terutama saat pandemi,” tutupnya.

BACA JUGA: ICW: Mantan Koruptor ‘Haram’ Maju Pilkada

Ia menyerukan kepada semua elemen masyarakat untuk tetap ikuti protokol kesehatan yang berlaku, tetap menjaga jarak dan kebersihan, pastikan kondisi kesehatan tubuh prima, serta tetap beribadah dengan khusyuk. Jangan lupa untuk terus menebar kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama. Ia memandang di masa pandemi Covid-19 ini pengorbanan sebagai ujian kepedulian kemanusiaan untuk mendekatkan diri kepada Allah. (fan)


Bagikan Berita Ini
  • 19
    Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here