KPU Denpasar Monitoring Proses Pelaksanaan Coklit di Tiga Lokasi

0
5694
KPU Denpasar Monitoring Proses Pelaksanaan Coklit di Tiga Lokasi
KPU Kota Denpasar melaksanakan monitoring pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih di tiga lokasi, Sabut (1/8/2020). Foto: KPU Denpasar
Bagikan Berita Ini
  • 783
    Shares

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar melaksanakan monitoring dan supervisi pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dengan turun langsung ke tiga lokasi yang berbeda, Sabtu (1/8/2020).

“Kegiatan ini dilakukan untuk memantau PPDP apakah sudah bekerja sesuai dengan regulasi. Serta melihat secara langsung apa saja kendala yang dialami PPDP di lapangan dan segera mencari solusinya secara bersama-sama,” ujar Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya, di Denpasar, Sabtu (1/8/2020).

BACA JUGA: Ketua MPR Dorong Museum Penanggulangan Terorisme Jadi Tujuan Wisata Bali

Meski tahapan coklit dilaksanakan dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, namun kualitas daftar pemilih yang akan ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar 2020 tetap harus berkualitas dan akurat.

KPU punya komitmen untuk tetap menjaga agar DPT tetap berkualitas meski tahapan ini dijalankan di tengah COVID-19 yang masih menyebar di Kota Denpasar.

BACA JUGA: Langkah Tito Jadikan Pilkada Gerakan Melawan Covid-19 Bagai Oase Di Padang Tandus

“Untuk itu kita mengharapkan dukungan semua pihak. Kalau dari internal salah satu cara untuk menjaga kualitas DPT adalah dengan memastikan PPDP bekerja secara sungguh-sungguh mendata pemilih secara door to door,” katanya.

Dengan jumlah 1.202 TPS yang ada di Kota Denpasar, maka ada sebanyak 3 TPS di desa yang berbeda yang dilakukan monitoring dan disupervisi, dimana sesuai dengan jadwal yang sudah di agendakan KPU Kota Denpasar dalam melakukan kegiatan monitoring.

“Monitoring hari ini di tiga tps yang berada ditiga desa namun kebetulan yang di ambil sampling di kecamatan denpasar utara dan denpasar barat, monitoring kali ini sebagai bentuk transpsransi pada proses tahapan pencoklitan. Dalam monitoring, para petugas maupun yang terlibat telah mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dengan menggunakan APD seperti penggunaan masker, faceshield, sarung tangan dan penggunaan handsanitizer,” ucapnya.

BACA JUGA: Omnibus Law Dibahas Diam-Diam, KSPI Kutuk Keras Panja Baleg DPR

Untuk tahap awal, KPU Kota Denpasar sudah melakukan monitoring dan supervisi pada 18 dan 25 Juli lalu, dimana tindak lanjut dari monitoring tersebut KPU Kota Denpasar juga menginstruksikan PPK dan PPS untuk melakukan monitoring untuk memastikan kinerja PPDP sudah sesuai dengan regulasi dan apabila terjadi kendala di lapangan dapat segera di cari solusinya.

“Dengan monitoring ini harapannya jika ada kendala di lapangan, dapat diketahui sejak dini dan bisa diselesaikan sebelum jadwal coklit berakhir pada 13 Agustus 2020,” katanya.

BACA JUGA: Membanggakan, Pelajar Indonesia Sabet Medali Emas di Ajang IChO ke-52 di Turki

Pelaksanaan monitoring diikuti Komisioner KPU Bali, Luh Putu Sri Widiastini, ST, Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, SE, Komisioner KPU Kota Denpasar, Dewa Ayu sekar Anggaraeni, I Made Windia, PPK Denpasar Utara dan Denpasar Barat, Ketua Panwascam Denpasar Utara dan Denpasar Barat serta PPS setempat.

Juga ikut memantau Kadus Dharma Santhi, I Gusti Ngurah Putra, Ketua PPS Ubung Kaja Putu Andriawan, Pengawas Desa Ubung Kaja, PPDP TPS 6 Dharma Santi IB Aswinda Prija Denpasar Utara, PPDP TPS 20 Banjar Pagutan Padang Sambian Kaja dan PPDP TPS 26 Banjar Merta Gangga, Desa Tegal Kertha Denpasar Barat. Juga ikut dari beberapa partai politik, seperti Made Karmana dari PDIP, Wayan Cahyadi dan Wayun dari Golkar, dan Mirah Arisuari dari PSI.(din)


Bagikan Berita Ini
  • 783
    Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here