Gandeng Kampus, KPU Sebut Partisipasi Mahasiswa Penting Untuk Sosialisasi-Edukasi Pilkada 2020

0
1920
Gandeng Kampus, KPU Sebut Partisipasi Mahasiswa Penting Untuk Sosialisasi-Edukasi Pilkada 2020
Acara web seminar (webinar) tentang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Denpasar 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Senin (3/8/2020).
Bagikan Berita Ini
  • 27
    Shares

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya menilai potensi menurunnya angka partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak 2020 hampir dimungkinkan terjadi jika tidak dilakukan sosialisasi yang massif dan efektif di semua segmen pemilih.

Oleh karena itu diperlukan partisipasi kampus dan mahasiswa guna memberikan sosialisasi dan edukasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, dalam sambutannya saat membuka acara web seminar (webinar) tentang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Denpasar 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Senin (3/8/2020).

BACA JUGA: Penularan Meningkat, Jokowi Akui Masyarakat Makin Khawatir

“Peran kampus dalam memberikan edukasi sejak dini mengenai Pilkada Serentak sangat penting, Jadi kelancaran Pilkada ini jadi tanggung jawab bersama,” kata I Wayan Arsa Jaya dalam keterangan tertulis, Senin (03/8/2020).

Dia mengaku optimistis capaian target partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 dapat terpenuhi jika hal tersebut dilakukan. Selain upaya sosialisasi, edukasi, dan literasi terkait penyelenggaraan Pilkada 2020, juga menjadi tantangan bagi pemerintah bersama stakeholder untuk menerapkan protokol kesehatan pada Pilkada Serentak 2020.

Lebih lanjut, Arsa Jaya juga memastikan semua penyelenggara Pilkada dapat memberikan jaminan kepada partisipan tentang penerapan protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak khawatir jika harus datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

BACA JUGA: Jokowi Kecewa Penyerapan Anggaran Stimulus Penanganan Covid-19 Baru 20 Persen

Sementara itu, Rektor Universitas Mahasaraswati, I Made Sukamerta, mengingatkan protokol kesehatan di Pilkada 2020. Sebab, pada masa kampanye dan pemberian hak suara, berpotensi menimbulkan kerumuman dari antusiasme masyarakat di tengah Covid-19. Maka penyelenggaraan Pilkada kali ini menjadi sangat istimewa. Sebab, Pilkada dilaksanakan pada saat wabah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Pro-kontra pun tidak bisa dihindari antara pentingnya pergantian kepemimpinan yang rutin memang sudah berlangsung dengan persoalan penanganan wabah pandemi Covid 19 yang lebih urgen daripada persoalan pergantian pimpinan. Sehingga berbagai potensi persoalan kemungkinan muncul dalam penyelenggaraan kali ini,” katanya.

Made Sukamerta berpendapat bahwa penyelenggara Pilkada, dalam hal ini KPU dapat memanfaatkan fasilitas layanan teknologi dan informasi dalam seluruh rangkaian proses Pilkada.

BACA JUGA: PPATK Telusuri Aliran Transaksi Mencurigakan Jaksa Pinangki

Selain itu menyediakan APD (alat pelindung diri) bagi para petugas pemilu dalam menjalankan tugasnya. Ia berharap, semoga dengan kesiapan dan antisipasi penyelenggara, peserta dan masyarakat pemilih, Pilwali kali ini dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang diinginkan masyarakat.

“Partisipasi masyarakat dalam Pilkada tetap baik, meski di tengah pandemi. Tentu ini membutuhkan peran serta semua pihak, termasuk peran dari kampus, penggiat demokrasi bahkan dari partai politik,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan yang didapuk sebagai narasumber memaparkan tentang alasan digelarnya Pilkada Serentak yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Ia juga menguraikan tentang tahapan Pilkada Serentak 2020 dengan sembilan hal baru yang akan diterapkan di TPS pada hari pemungutan suara. Sedangkan Lanang Putra Perbawa memaparkan tentang desain, dinamika serta tantangan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Kurangi Dampak Sampah Plastik, Nyoman Parta Gagas Gerakan Tukar Sampah Dengan Beras

Sosialisasi dalam jaringan dilaksanakan atas kerjasama KPU Kota Denpasar dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Sosialisasi ini menampilkan dua narasumber, yaitu Komisioner KPU Provinsi Bali Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, I Gede John Darmawan, Dosen FH Universitas Mahasaraswati yang juga mantan Ketua KPU Provinsi Bali, Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa dengan dipandu seorang praktisi kepemiluan I Ketut Udi Prayudi, yang juga mantan anggota KPU Provinsi Bali. (fan)


Bagikan Berita Ini
  • 27
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here