Terjerat Kasus Suap, Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

0
1884
Terjerat Kasus Suap, Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara
Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.
Bagikan Berita Ini
  • 54
    Shares

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dituntut hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK.

JPU KPK menilai Wahyu bersalah dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR RI periode 2019-2024 yang melibatkan eks caleg PDI-P Harun Masiku.

BACA JUGA: Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Ukuran Keberhasilan Pilkada 2020

“Menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan. Satu, menyatakan Terdakwa I Wahyu Setiawan, terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” dikutip dari surat tuntutan JPU KPK yang dibacakan dalam sidang, Senin (3/8/2020).

Selain pidana pokok di atas, JPU KPK juga menuntut agar Wahyu dijatuhi hukuman pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun terhitung sejak Wahyu selesai menjalani pidana pokok.

BACA JUGA: Dukung Gibran Jadi Wali Kota Solo, Prabowo Teken Rekomendasi Partai Gerindra

Dalam pertimbangan JPU, hal yang meringankan bagi Wahyu adalah bersikap sopan selama persidangan serta mengakui dan menyesali perbuatannya.

Sedangkan, hal yang memberatkan adalah tindakan Wahyu tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Kemudian, Wahyu dianggap telah menikmati keuntungan dari perbuatannya, serta perbuatan Wahyu berpotensi mencederai hasil Pemilu.

BACA JUGA: Muhammadiyah Sebut Potensi Resesi Tinggal Menghitung Hari

JPU KPK menilai Wahyu bersama mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina terbukti menerima uang sebesar 19.000 Dolar Singapura dan 38.350 Dolar Singapura atau setara dengan Rp 600 juta dari Saeful Bahri.

Suap tersebut diberikan agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan pergantian antarwaktu anggota DPR Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I yakni Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Selain itu, JPU KPK juga menilai Wahyu terbukti menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Sekretaris KPU Daerah (KPUD) Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo terkait proses seleksi calon anggota KPU daerah (KPUD) Provinsi Papua Barat periode tahun 2020-2025.

BACA JUGA: Gandeng Kampus, KPU Sebut Partisipasi Mahasiswa Penting Untuk Sosialisasi-Edukasi Pilkada 2020

Atas perbuatannya, Wahyu dinilai melanggar Pasal 12 a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.(akh)


Bagikan Berita Ini
  • 54
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here