Wujud Rasa Syukur, Global Qurban-ACT Bersama Komunitas Muslim Bali Dirikan Dapur Qurban

0
1648
Wujud Rasa Syukur, Global Qurban-ACT Bersama Komunitas Muslim Bali Dirikan Dapur Qurban
Dapur Qurban menjadi kesempatan berbagi kepada masyarakat prasejahtera yang belum tentu setiap tahun dapat merasakan nikmatnya hidangan daging.
Bagikan Berita Ini
  • 25
    Shares

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Perayaan hari raya Idul Adha tahun ini memang beda, pandemi covid-19 manjadi penyebab utama. Sebagai upaya mencegah penyebaran virus covid-19 lebih massif, dalam penyelenggaraan sholat idhul adha dan pemotongan hewan qurban tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Masker, thermo gun, hand sanitizer dan physical distancing wajib diberlakukan bagi peserta sholat ied dan penyembelihan hewan qurban.

BACA JUGA: Refly Harun Sebut Harun Masiku Lebih Berbahaya Dibanding Djoko Tjandra

Dampak pandemic covid yang juga memperngaruhi kondisi ekonomi masyarakat berimbas pula pada penyelenggaraan Idul Adha oleh Global Qurban-ACT Bali. Bertepatan dengan hari tasyrik keempat, komunitas muslim di Bali Global Qurban-ACT Bali mendirikan Dapur Qurban di empat titik pelosok Bali. Khususnya warga yang terdampak secara ekonomi akibat  pandemi covid-19 ini.

Dapur qurban ini diselenggarakan secara marathon selama 4 hari tasyrik (hari masih dibolehkan memotong hewan qurban). Dimulai dari TPA Suwung  kota Denpasar, Kampung Sindhu Sidemen kabupaten Karangasem, Br. Angan Tangin Kutu Kintamani dan berakhir di Desa Tegallingga Kab. Buleleng.

BACA JUGA: DPR Tegaskan Pengunduran Pilkada 2020 Tak Lagi Memungkinkan

“Dapur Qurban ini merupakan solusi dari kami dalam merayakan idul adha saat pandemic, sehingga hewan qurban yang kita potong langsung kita olah menjadi makanan siap saji. Dan hari ini(3 Agustus 2020) terakhir kita selenggarakan di Tegallingga Kab. Buleleng”. Ungkap Arif Marsudi selaku kepala cabang ACT-Bali di Denpasar, Senin (03/7/20).

Sementara itu, Ketua Panitia Yoseph mengatakan dapur qurban adalah program yang disajikan untuk merangkul masyarakat prasejahtera. Masyarakat tersebut belum tentu dapat merasakan hidangan daging kurban selain pada hari raya Idul adha. Sebab itu, Dapur Qurban diinisiasi untuk memudahkan dan meringankan masyarakat sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya lebih untuk mengolah daging kurbannya.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Sebut RI Sebentar Lagi Masuki Resesi Ekonomi

“Kami ingin warga tidak repot lagi dalam mengolah daging qurban, apalagi saat ekonomi sulit seperti saat ini. Kami ingin mereka tinggal menikmati daging yang sudah siap saji. Nasi juga kita berikan dan warga tidak perlu repot datang ke lokasi. Kami akan antar makanan tersebut ke rumah mereka”. imbuh Yoseph selaku ketua panitia.

Menurutnya program dapur qurban ini win-win solution saat pandemic sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19, dan kegiatan ini banyak disupport dari komunitas muslim diantaranya adalah BDI Pertamina Ngurah Rai, Bapekis Mandiri Denpasar, Rohis Pengadilan Negeri Denpasar, Icon Plus, ICMI Bali, MTP-IPHI, WI-Bali, Salima Bali, Etalase Nasi Gratis Denpasar, MTT Telkomsel, Alam Jamur, dan Srikandi Boutique.

BACA JUGA: IMM Kota Denpasar Gelar Diskusi Lingkar Kader

Tidak kurang 2300 jiwa bisa menikmati program dapur qurban, dan akftifitas ini tidak hanya menyasar warga muslim saja, namun juga warga non muslim di sekitar lokasi dapur qurban juga menerima manfaat dari dapur Qurban serta ada 45 ekor setara kambing yang disembelih untuk kegitan dapur qurban tahun ini.(din)


Bagikan Berita Ini
  • 25
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here