Dokter Andhika Spesialis Paru di Medan Gugur, Istrinya Terpapar Covid-19

0
672
Dokter Andhika Spesialis Paru di Medan Gugur, Istrinya Terpapar Covid-19
KOLASE potret dokter yang gugur saat memerangi virus corona baru (Covid-19), dokter Andhika Kesuma Putra.
Bagikan Berita Ini
  • 14
    Shares

MEDAN (TEROPONGMETRO) – Tak sedikit dokter, perawat dan berbagai pihak lain gugur saat melaksanakan tugasnya membantu pasien positif Covid-19. Andhika Kesuma Putra gugur pada Sabtu, 1 Agustus 2020 setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia. dr. Andhika merupakan salah satu dokter yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien positif Covid-19 di Wilayah Sumatera Utara (Sumut).

BACA JUGA: Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19

Menanggapi kabar duka tersebut, ada pula pernyataan dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, dr. Wijaya Juwarna. “Adik saya itu, junior kita yang juga aktivis di kampus. Sudah konsultan di usia yang muda, dia juga menangani pasien COVID-19 langsung di RS Columbia Asia Medan, sempat juga di RS GL Tobing bergabung di Gugus Tugas. Jadi hari-harinya memang merawat pasien COVID-19,” ujarnya.

Menurut keterangannya, dokter Andhika sempat dirawat selama dua minggu hingga akhirnya meninggal dunia. Kabar gugurnya salah satu dokter spesialis paru itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. Alwi Mujahit. Ia juga mengatakan dr. Andhika ini merupakan salah satu dari banyak dokter yang berada di garda terdepan dalam penanganan pasien positif Covid-19 di wilayah Sumatera Utara.

BACA JUGA: Ini Kriteria PNS Yang Bakal Dipindah ke Desa

Meski masih berusia muda, dr. Alwi mengungkapkan jika dokter Andhika merupakan aktivis kampus yang telah memiliki sejumlah pencapaian. “Adik saya itu, junior kita yang juga aktivis di kampus. Sudah konsultan di usia yang muda, dia juga menangani pasien COVID-19 langsung di RS Columbia Asia Medan, sempat juga di RS GL Tobing bergabung di Gugus Tugas. Jadi hari-harinya memang merawat pasien COVID-19,” ujarnya.

Dalam unggahan akun Twitter @jcowacko mengatakan tidak percaya dengan kabar tersebut. “Puluhan pasien COVID yang telah sembuh diobati beliau saat ini benar-benar berduka, siapa yang menyangka dokter yang mengobati malah berpulang lebih dahulu meninggalkan pasiennya,” ujarnya. “Ternyata beliau sudah siap syahid dan berusaha menjadi yang pertama sebagai pejuang COVID. Insya Allah Syahid,” tulisnya.

BACA JUGA: Danrem 163/Wira Satya Ajak Personel Jajaran Dan Seluruh Masyarakat Untuk Waspada Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

Dalam pesan itu dr. Andhika mengatakan jika telah siap dengan segala risiko besar yang dihadapinya. “Aku InsyaAllah siap syahid bang untuk covid ini,” tulis dr. Andhika dalam pesan WhatsApp.

Istri Andhika Terpapar Covid-19

Berbeda nasib dengan suaminya dr Andhika Kesuma Putra yang meninggal karena terkonfirmasi Covid-19, sang istri dr Dessy Amelia yang juga terkonfirmasi virus tersebut berhasil sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan menyebutkan kabar terbaru bahwa dr Dessy Amelia telah sembuh dari Covid-19.

“Dia sudah pulang, dia sudah tidak di rumah sakit lagi. Memang kemarin dia dirawat di rumah sakit dan positif Covid-19. Saya barusan ditelpon pihak rumah sakit,” katanya, Senin (3/8/2020).

BACA JUGA: Menkumham Sebut Penerbitan Paspor Untuk Djoko Tjandra Sesuai Prosedur

“Mereka sama-sama masuk kemarin sekitar dua minggu yang lalu. Hasil swabnya sudah masuk ke kita,” jelas Mardohar.

Ia menyebutkan dr Dessy Amelia merupakan dokter spesialis kejiwaan yang saat ini kondisinya sudah pulih, namun karena masih dalam keadaan berduka pihaknya belum bisa bertanya banyak.

“Cuma memang dia pun sudah mau sembuh. Karena kemarin suaminya meninggal jadikan agak down dia. Kita enggak bisa ganggu dia banyak-banyak, kan baru kemalangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mardohar menuturkan sejauh ini dari keluarga dr Andhika, yang positif terpapar hanya istrinya saja.

BACA JUGA: Terjerat Kasus Suap, Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara ia

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan menyebut, sedikitnya 5 dokter ahli anggota IDI Medan meninggal dunia akibat Covid-19. Yakni; dr Ucok Martin Sp P, dr Irsan Nofi Hardi Nara Lubis SpS, dr Anna Mari Ulina Bukit, dr Aldreyn Asman Aboet SpAN, KIC, dan juga dr Andhika Kesuma Putra, SpP (K).

Selain itu, terdapat 4 orang dokter lainnya di daerah Sumatera Utara yang gugur karena Covid-19 ini, yakni; dr Herwanto SpB dari IDI Kisaran, dr Maya Norismal Pasaribu dari IDI Labuhan Batu Utara, dr M Hatta Lubis, SpPD dari IDI Padang Sidempuan, dan dr H Muhammad Arifin Sinaga, MAP dari IDI Langkat. (cok)


Bagikan Berita Ini
  • 14
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here