Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19

0
1602
Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menutup sebagian layanan di Rumah Sakit Umum Teunku Peukan dapat kritikan masyarakat.
Bagikan Berita Ini
  • 13
    Shares

ACEH (TEROPONGMETRO) Keputusan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menutup sebagian layanan di Rumah Sakit Umum Teunku Peukan dapat kritikan masyarakat. Karena hal ini dinilai tak bisa jadi solusi untuk menghentikan laju pertambahan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Seorang warga Aceh Barat Daya, Khairil Arwadi, meminta pemerintah tidak menutup RSU Teungku Peukan untuk mengantisipasi jumlah kasus Covid-19. Seharusnya pemerintah kabupaten lebih serius mengatasi penyebaran Covid-19 dengan mencegah kerumunan orang.

BACA JUGA: Ini Kriteria PNS Yang Bakal Dipindah ke Desa

“Pemerintah juga harus memastikan masyarakat selalu menjalankan protokol kesehatan. Menutup rumah sakit bukan solusi. Itu malah menambah masalah. Harusnya, ada upaya lebih serius dalam menjaga para petugas medis dan warga dari paparan corona,” kata Khairil kepada awak media, Selasa (4/8/20).

Menurut Khairil, mengalihkan pelayanan kesehatan dari rumah sakit ke puskesmas hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikan masalah. Bahkan Khairil menilai peralatan medis di puskesmas tidak memadai untuk merawat pasien yang memerlukan penanganan serius.

“Misalkan, ada yang kecelakaan dan membutuhkan operasi. Sudah tentu dia tidak bisa ditangani di pukesmas,” kata Khairil. “Kalau memang serius mau mencegah, pemerintah harusnya menggunakan anggaran daerah untuk membangun rumah sakit khusus Covid-19.”

BACA JUGA: Danrem 163/Wira Satya Ajak Personel Jajaran Dan Seluruh Masyarakat Untuk Waspada Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

Pemkab, kata Khairil, bisa menggunakan sejumlah bangunan yang tidak terpakai sebagai rumah sakit darurat. Dengan anggaran yang ada, Pemkab juga bisa menyediakan alat pemeriksaan tes usap dan ventilator sehingga penyakit itu bisa dapat segera dideteksi dan diobati.

Menurut Khairul, hingga saat ini tidak ada langkah serius yang diambil Pemkab untuk memutus mata rantai Covid-19. Pasalnya, di banyak titik, cukup mudah dijumpai kerumunan orang tanpa menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Menkumham Sebut Penerbitan Paspor Untuk Djoko Tjandra Sesuai Prosedur

“Banyak petugas medis yang terpapar ini akibat tidak ada kebijakan yang jelas untuk mengantisipasi penularan. Dan yang jelas, menutup rumah sakit bukan solusi,” kata Khairul.

Untuk diketahui, jumlah pasien Covid-19 di Aceh terus bertambah. Dalam laman informasi pasien corona milik Dinas Kesehatan Aceh, total warga Aceh yang tertular Covid-19 mencapai 433 orang. Senin kemarin (3/8) juga terdapat dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia.(pol)


Bagikan Berita Ini
  • 13
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here