WHO Sebut Milenial Yang Terinfeksi Covid-19 Naik Tiga Kali Lipat

0
1194
WHO Sebut Milenial Yang Terinfeksi Covid-19 Naik Tiga Kali Lipat
Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan generasi muda atau milenial yang kerap mengunjungi klub malam dan pantai memimpin peningkatan kasus Covid-19 di seluruh dunia. Proporsi mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun meningkat tiga kali lipat dalam periode lima bulan.

Sebuah analisis WHO terkait 6 juta infeksi pada 24 Februari dan 12 Juli 2020 menemukan bahwa proporsi orang berusia 15-24 tahun naik menjadi 15 persen dari 4,5 persen.  WHO mengatakan, pada periode 24 Februari dan 12 Juli, kelompok usia 5-14 tahun yang terinfeksi corona naik menjadi 4,6 persen dari 0,8 persen.

BACA JUGA: OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Masih Terjaga

Terlepas dari Amerika Serikat (AS) yang memimpin kasus secara global dengan 4,8 juta infeksi, negara-negara Eropa seperti Spanyol, Jerman dan Perancis, dan negara-negara Asia seperti Jepang, mengatakan bahwa pasien Covid-19 banyak dari kalangan kaum muda. “Orang-orang yang lebih muda cenderung kurang waspada menerapkan jarak sosial,” kata Manajer Perawat di Unit Biocontainment Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, Maryland, AS Neysa Ernst, kepada Reuters dikutip Rabu (5/8/2020).

Menurut dia, perjalanan anak muda meningkatkan peluang terkena dan menyebarkan Covid-19. Dia menambahkan bahwa kelompok anak remaja lebih cenderung bekerja di komunitas, pergi ke pantai atau pub, atau membeli bahan makanan.

BACA JUGA: Politisi PAN Desak Mendikbud Nadiem Makarim Buka Aktivitas Kampus

Lonjakan kasus yang disebut sebagai gelombang kedua telah membuat beberapa negara melakukan pembatasan perjalanan. Hal itu terjadi ketika sejumlah perusahaan berlomba menemukan vaksin untuk menekan virus yang menyebar cepat dan merenggut lebih 680.000 jiwa. Bahkan Vietnam yang dipuji dunia atas upaya mitigasi sejak corona muncul akhir Januari lalu, sedang berjibaku memerangi infeksi baru.

Para ahli kesehatan masyarakat khawatir bahwa pembukaan sekolah dapat menyebabkan lonjakan kasus. Pakar penyakit menular AS Anthony Fauci bulan lalu mendesak anak muda terus menjaga jarak sosial, memakai masker, dan menghindari keramaian. Dia memperingatkan bahwa orang tanpa gejala (OTG) dapat menyebarkan virus.

BACA JUGA: Respon Risma Klaim Surabaya Zona Hijau, Khofifah: Pusat Yang Tentukan

Para ahli kesehatan di beberapa negara telah mendesak langkah serupa ketika melaporkan bahwa pemuda yang terinfeksi menunjukkan beberapa gejala. “Kami sudah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi, orang-orang muda tidak kebal,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada sebuah briefing di Jenewa minggu lalu.

“Kaum muda dapat terinfeksi, orang muda bisa meninggal, dan orang-orang muda dapat menularkan virus kepada orang lain.”

BACA JUGA: LP Maarif NU Pertimbangkan Kembali Gabung POP Kemendikbud Dengan Syarat

Bulan lalu, para pejabat Tokyo mengatakan pihaknya akan melakukan pengujian virus corona di distrik kehidupan malam di kota itu. Otoritas setempat menginstruksikan klub malam untuk memberi konsumen ruang cukup dengan ventilasi baik dan menghindari berbicara keras.

Di Prancis, pihak berwenang bulan lalu menutup sebuah bar karena sejumlah orang melanggar aturan kebersihan dan menyebabkan wabah. (ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini