Ketua JMSI Bali Ajak Stake Holder Terlibat Aktif Promosikan Pariwisata Bali

0
2152
Ketua JMSI Bali Ajak Stake Holder Terlibat Aktif Promosikan Pariwisata Bali
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali, Ikhwan Syah Nasution.
Bagikan Berita Ini
  • 44
    Shares

BADUNG (TEROPONGMETRO) — Setelah hampir 5 bulan berlalu, hari Jum’at 31 Juli 2020 pemerintah Provinsi Bali kembali membuka pintu bagi wisatawan domestik. Wujud apresiasi terhadap wisatawan yang tiba melalui bandara I Gusti Ngurah Rai, wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut dan mengalungkan bunga kepada para penumpang.

Keputusan pemerintah bali, mendapat dukungan para tokoh, pemimpin adat dan pelaku pariwisata. Tentu keputusan tersebut melalui pertimbangan untuk meningkatkan stimulus prekonomian. Demikian disampaikan Ikhwan Syah Nasution Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali dalam bincang sore di Canggu, Badung, Rabu (5/8).

BACA JUGA: Panja DPR Sebut Omnibus Law Bisa Kembalikan Investasi Hingga 900 Triliun

Industri Pariwisata Bali sangat terdampak dari pandemi virus corona ini. Sebagai salah satu destinasi tujuan wisata dunia, Bali dan masyarakatnya sebagian besar menggantungkan ekonomi dari sektor wisata. Dengan kebijakan lockdown di hampir seluruh Eropa, Amerika, Asia dan Australia hampir 6 bulan turis tidak ada yang melakukan liburan ke pulau Bali.

Kerugian sektor pariwisata di Bali ditaksir Rp. 9,7 Triliun per bulan dan ini menjadi pukulan berat buat industri pariwisata dan perekonomian Bali.

“Banyak hotel, restoran, cafe, homestay, guest house, agent perjalanan yang tutup sementara atau bahkan gulung tikar. Sekitar 76 ribu pekerja sektor pariwisata dirumahkan atau PHK karena dampak covid 19,” jelasnya.

Ia berharap semua Stake Holder harus terlibat aktif dalam menumbuhkan kembali kepercayaan terhadap Bali sebagai destinasi wisata.

BACA JUGA: Rai Mantra Minta Aparatur Sipil Negara Produktif Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Dijelaskan juga, bahwa JMSI Bali sebagai Organisasi tempat bernaung bagi perusahaan media online di Bali memiliki peran yang sangat strategis dan berkewajiban dalam membantu promosi wisata Bali, seperti mengkampanyekan cara baru berwisata.

“Sekarang kita hidup dalam era baru, tatanan baru dalam interaksi kehidupan sosial masyarakat. Covid 19 ini sebuah keniscayaan yang harus dihadapi, kita tidak bisa menolak atau bahkan menganggap tidak ada. Langkah-langkah preventif harus kita lakukan semisal cuci tangan, pakai masker, jaga jarak,” tambahnya.

Menurutnya, disiplin dalam penerapan protokol kesehatan juga menjadi sebuah keharusan. Terlebih Bali dijadikan sebagai salah satu pilot Project penerapan SOP dan protokol kesehatan cleanliness, healty safety (CHS). Para pelaku pariwisata di Bali harus proaktif menyambut keputusan pemerintah bali yang telah membuka diri untuk turis domestik dan secara bertahap diperkirakan bulan September akan menerima turis asing.

BACA JUGA: Kemenkop Dan UKM Gelar Pelatihan Terpadu di Lampung

“Saya kira hotel, penginapan, cafe, taman wisata, pantai harus menyediakan tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, ruang khusus isolasi, masker gratis sebagai upaya preventif meminimalisir penyebaran virus corona ini, dan juga  penting untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat luar kepada Bali. Jika kita disiplin dan berhasil dalam penerapan protokol kesehatan covid 19 saya yakin dan optimis pariwisata Bali akan cepat pulih kembali,” pungkasnya. (fan)


Bagikan Berita Ini
  • 44
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here