Jelang Sidang Tahunan MPR, Fadel Minta Jokowi Tak Hanya Bicara Harapan Kosong

0
1245
Jelang Sidang Tahunan MPR, Fadel Minta Jokowi Tak Hanya Bicara Harapan Kosong
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad.
Bagikan Berita Ini
  • 15
    Shares

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak hanya berbicara secara normatif pada Sidang Tahunan MPR RI yang akan digelar pada 14 Agustus mendatang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Politikus Partai Golkar ini meminta Jokowi tak cuma mengumbar harapan kosong, namun harus memberikan harapan nyata yang menjadi kabar baik bagi rakyat Indonesia.

BACA JUGA: Prabowo Sulit Dijual di Pilpres 2024 Sekalipun Berkoalisi dengan PDIP

“Saya berharap pada tanggal 14 Agustus nanti, Presiden jangan hanya bicara biasa saja namun menyampaikan sesuatu yang membawa harapan. Itu harus disampaikan Presiden,” kata Fadel saat dihubungi, Minggu (9/8/2020).

Fadel menuturkan, jika Jokowi hanya bicara hal-hal yang biasa saja maka dikhawatiran kondisi ke depan bukan malah membawa kebaikan, tapi justru mengakibatkan kekecewaan yang berujung pada hilangnya kepercayaan rakyat.

BACA JUGA: Bahas Isu Kebangsaan, Menko Prekonomian Sowan ke Ketum PP Muhammadiyah

Pasalnya, kata Fadel, selama pandemi Covid-19, pemerintah belum maksimal melakukan perbaikan-perbaikan yang substansial terkait efek yang ditimbulkan dari pandemi.

“Saat ini pandemi sudah berlangsung lama, tingkat kesabaran masyarakat sudah memuncak sehingga kalau Presiden tidak menyampaikan sesuatu yang membawa harapan maka kondisi akan repot,” jelas Fadel.

BACA JUGA: Tenaga Medis Yang Meninggal Saat Lawan Covid-19 Akan Diberi Santunan Rp 300 Juta

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menjelaskan, saat ini beberapa daerah sudah mengeluhkan dampak yang semakin besar dari pandemi seperti pendapatan menurun, pajak daerah tidak ada sehingga menyebabkan pemerintah daerah kesulitan membiayai pembangunan di daerah.

Pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah, ungkap Fadel, juga sudah mengalami kemerosotan. Ia berujar pemerintah jangan menganggap kondisi itu enteng karena dikhawatirkan akan ada efek negatif yang ditimbulkan dari pandemi.

BACA JUGA: Ratusan TKA China Tiba ke Indonesia Lewat Tanjungpinang

Fadel mengaku tidak percaya ulasan manis beberapa pihak yang memproyeksi ekonomi Indonesia akan cepat pulih. Sebab itu, pemerintah harus ambil langkah berani, semisal membatasi bayar utang, restrukturisasi utang untuk membiayai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Amerika Latin sudah melakukan itu namun kita masih di-ninabobo-kan, kita dibilang cepat “recovery” padahal di pasar-pasar daya beli tidak ada. Diharapakan di Sidang Tahunan, perlu berikan harapan kalau tidak ada maka kita akan menyesalinya,” tandasnya.


Bagikan Berita Ini
  • 15
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here