Tak Hanya Ekonomi, Indonesia Juga Potensi Alami Resesi Demokrasi

0
654
Tak Hanya Ekonomi, Indonesia Juga Potensi Alami Resesi Demokrasi
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini
  • 17
    Shares

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Herzaky Mahendra Putra mengatakan Indonesia memiliki potensi mengalami resesi demokrasi. Musababnya, banyak terjadi pembiaran atas upaya pembungkaman suara masyarakat oleh sejumlah pihak yang tak dikenal.

“Jika dulu kudeta merupakan ancaman secara langsung yang dirasakan oleh demokrasi, kini demokrasi menderita secara diam-diam,” kata Herzaki seperti dikutip Antara, Ahad, 6 September 2020.

BACA JUGA: Hubungan Pusat Memanas, Demokrat Tendang PDIP dari Koalisi Pilgub Sumbar

Herzaki mengungkapkan, ada upaya teror dari pihak tak dikenal dalam kehidupan demokrasi di Indonesia, di antaranya ancaman kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Hal itu ditunjukkan beberapa situs resmi dan akun media sosial media massa nasional dan akademisi yang mengalami peretasan.

Menurutnya, demokrasi di berbagai belahan dunia digerus dengan berbagai cara. Di antaranya dengan mendelegitimasi oposisi, mengintimidasi eksekutif bisnis, menyerang media massa. Lebih dari itu, penguasa juga bisa mempengaruhi otoritas pemilu, mempolitisasi layanan keamanan, bahkan melemahkan institusi negara dan sipil.

Kondisi seperti itu, kata Herzaki, sudah mulai terjadi dalam beberapa tahun terakhir, baik di Amerika Serikat, Amerika Latin, maupun di negara-negara di Eropa.

BACA JUGA: Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar Jalani Tes Kesehatan di RSUP Sanglah

Untuk itu, ia meminta pemerintah menunjukkan ketegasan kepada pihak-pihak yang berusaha membungkam suara-suara kritis melalui upaya peretasan situs maupun media sosial, dan cara-cara lainnya. Sebab, pemerintah memiliki seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk menjaga iklim demokrasi di Indonesia agar tetap sehat dan adil.

“Harus ada arahan jelas dari pemerintah kepada aparat terkait, agar tindakan yang berpotensi menggerus demokrasi, diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga masyarakat percaya kalau upaya pembungkaman suara kritis ini, bukan berasal dari tangan kekuasaan,” katanya.(ra)


Bagikan Berita Ini
  • 17
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here