Pilkada 2020 Terancam Ditinggalkan Pemilih Bukan Karena Covid-19

0
1608
Pilkada 2020 Terancam Ditinggalkan Pemilih Bukan Karena Covid-19
Pengamat politik Ray Rangkuti
Bagikan Berita Ini
  • 51
    Shares

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Ada potensi rendahnya partisipasi pemilih jika melihat para aktor politik yang berkontestasi di Pilkada Serentak 2020.

Hal itu disampaikan Direktur Eksutif Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam diskusi virtual bertajuk ‘Pilkada 2020 Peluang dan Tantangan Bagi Nelayan dan Masyarakat Pesisir’ yang digelar KNTI bersama BEM UNDIP, KMIP UGM, Himasei Unhas, Nusantara Terdidik, BEM FPIK Undip, dan FrontPage RMOL, Selasa (15/9).

BACA JUGA: Raih Akreditasi A, Menteri PMK Apresiasi Kemajuan UMSU

“Naik turunnya partisipasi pemilih secara umum disebabkan oleh aktor-aktornya, apakah memikat bagi orang atau tidak. Kalau aktornya tidak memikat, maka orang dengan sendirinya akan malas datang ke TPS, apalagi kandidatanya cuma 1 pasangan,” ujar Ray Rangkuti.

Lebih lanjut, dia melihat para kandidat atau bakal pasangan calon yang ada di 270 daerah Pilkada Serentak 2020 tidak memiliki kapasitas mengajak masyarakat untuk memilih mereka.

“Kalau saya lihat secara umum calon kepala daerah di 270 daerah ini enggak sampai 1-2 kandidat yang betul-betul memikat publik,” jelasnya.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Zona Merah di Indonesia Hanya 41 Daerah

Oleh karena itu, Ray mengaku khawatir tingkat partisipasi pemilih akan rendah di perhelatan pesta demokrasi daerah tahun ini. Terlebih digelar di tengah penyebaran virus corona baru (Covid-19).

“Bukan karena covid gitu, tapi memang lebih tidak ada antusiasme dari masyarakat melihat calon-calonnya yang tidak pro kepada mereka,” demikian Ray Rangkuti. (ra)


Bagikan Berita Ini
  • 51
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here