Dampak Virus Corona, Pelaksanaan Ibadah Umrah di Arab Saudi Masih Tanda Tanya

0
1152
Dampak Virus Corona, Pelaksanaan Ibadah Umrah di Arab Saudi Masih Tanda Tanya
Masjidil Haram.
Bagikan Berita Ini
  • 36
    Shares

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan Pemerintah Arab Saudi sampai saat kini belum mengeluarkan pengumuman kapan penyelenggaraan ibadah umrah akan dibuka kembali.

Pemerintah Saudi sebelumnya telah memastikan bahwa izin penerbangan dan pelabuhan akan kembali dibuka setelah 1 Januari 2021. Namun terkait pelaksanaan Umrah, menurut Endang, masih harus menunggu kepastian.

BACA JUGA: 24 Juta Siswa Berpotensi Putus Sekolah Karena Dampak Covid-19

“Terkait umrah belum ada pengumuman resmi. Pernyataan Mendagri Saudi menegaskan bahwa rencana izin pembukaan kembali pelaksanaan umrah akan diumumkan secara bertahap, dan akan diputuskan kemudian berdasarkan perkembangan pandemik,” kata Endang, seperti dilansir laman resmi Kemenag, Rabu, 16 September 2020.

Endang mengatan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan keputusan Saudi terkait umrah dan mendalami pernyataan Saudi yang berencana mengumumkan secara bertahap. “Apakah akan dibuka untuk warga lokal terlebih dahulu atau bagaimana. Ini masih kami klarifikasi,” katanya.

BACA JUGA: Tarung di Pilkada 2020, PDIP Komitmen Menangkan 184 Cakada Non Kader

Menurut Endang, izin penerbangan dan pelabuhan yang diedarkan Kementerian Dalam Negeri Saudi nantinya juga akan diperbarui 30 hari sebelum waktu yang ditentukan dengan mempertimbangkan situasi yang berkembang.

“Jika diperlukan, Kementerian Kesehatan dapat mengajukan permintaan untuk menetapkan persyaratan kesehatan preventif bagi penumpang dan transportasi pada saat perjalanan, di terminal bandara, pelabuhan, dan stasiun,” kata Endang.

BACA JUGA: Kapolres Blitar ‘Ngamuk’, Camat Dibentak Gelaran Wayang Kulit Dibubarkan

Kendati demikian, Saudi memberikan pengecualian dengan mengizinkan beberapa kategori warga Saudi untuk bepergian dengan mematuhi ketentuan yang ada.

Mereka yang mendapat pengecualian adalah pegawai negeri, baik sipil maupun militer, yang ditugaskan untuk tugas resmi; pegawai pada perwakilan diplomatik, konsulat, serta atase Saudi di luar negeri; pegawai lembaga publik, swasta, dan mereka yang memiliki kedudukan pekerjaan di perusahaan di luar Saudi.

BACA JUGA: Polri Minta Hidupkan Kembali Pam Swakarsa di Tengah Pandemi Covid-19

Selain mereka, pengecualian juga berlaku bagi pengusaha yang bisnisnya menuntut melakukan perjalanan; pasien yang memerlukan perjalanan ke luar Saudi untuk perawatan; serta pelajar yang memerlukan perjalanan ke negara tempat mereka belajar.

“Saudi juga mengizinkan masuknya warga non-Saudi yang memiliki visa keluar dan masuk kembali, visa kerja, visa izin tinggal, atau visa kunjungan,” kata Endang. (ra)


Bagikan Berita Ini
  • 36
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here