Tarung di Pilkada 2020, PDIP Komitmen Menangkan 184 Cakada Non Kader

0
750
Tarung di Pilkada 2020, PDIP Komitmen Menangkan 184 Cakada Non Kader
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.
Bagikan Berita Ini
  • 27
    Shares

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Di hadapan 212 calon kepala daerah (Cakada) yang diusung di Pilkada Serentak 2020, yang 184 diantaranya adalah non-kader, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan seluruh kader partai akan memberikan dukungan total.

BACA JUGA: Kapolres Blitar ‘Ngamuk’, Camat Dibentak Gelaran Wayang Kulit Dibubarkan

“Kami berikan dukungan total, dukungan dengan penuh kedisiplinan dukungan yang diambil melalui sebuah proses kajian yang panjang dan akhirnya Ibu Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri mengambil keputusan. Dan ketika keputusan diambil oleh Ketua umum maka siapapun yang namanya anggota dan kader partai wajib mendukung bapak ibu semuanya tanpa terkecuali,” kata Hasto Kristiyanto di Sekolah Cakada Gelombang III, secara virtual, Selasa (15/9/2020) malam.

“Yang tidak mendukung bapak ibu semuanya yang telah dicalonkan oleh ibu ketua umum, akan kami berikan sanksi,” tambahnya.

BACA JUGA: Polri Minta Hidupkan Kembali Pam Swakarsa di Tengah Pandemi Covid-19

Hasto mengatakan sekolah partai, termasuk untuk cakada yang berasal dari parpol lain, dimaksudkan untuk membekali hal fundamental menyangkut ideologi negara, politik, ekonomi, kebudayaan, hingga pembentukan karakter kepemimpinan.

Usai sekolah partai, PDIP berharap para cakada tersebut berjuang ke bawah untuk memenangkan hari rakyat. Dan para kader PDIP akan berada bersama mereka sebagai bagian dari energi perjuangannya.

“Bung Karno mengatakan tak ada perjuangan yang sia-sia. Terlebih untuk anda semua, senjata paling hebat menjadi pemimpin adalah menyatu dengan kekuatan rakyat. Itulah strategi utama kita,” tegas Hasto.

BACA JUGA: Pilkada 2020 Terancam Ditinggalkan Pemilih Bukan Karena Covid-19

Hasto juga mengingatkan para cakada punya pemahaman yang sama terhadap pentingnya politik kebudayaan. “Pembumian Pancasila hanya bisa dilakukan dengan rasa cinta kepada tanah air. Tempuhlah jalan kebudayaan itu, sebab Nusantara begitu kaya dengan kebudayaannya yang luar biasa,” katanya.

Hasto juga mengingatkan bagaimana setiap pemimpin punya tanggung jawab menjadi pemimpin negarawan. “Indonesia lahir sebagai bangsa dengan kesadaran membangun tata dunia baru. Gemblenglah diri anda sebagai pemimpin negarawan. Lanjutkan perjuangan Bung Karno melalui kepeminpinan Indonesia di Asia Afrika dan Amerika Latin,” ujar Hasto.

BACA JUGA: Raih Akreditasi A, Menteri PMK Apresiasi Kemajuan UMSU

Politisi asal Jogja itu kemudian menceritakan bagaimana Bung Karno membantu serta mendorong kemerdekaan Tunisia, Aljazair, dan Maroko, dengan menyewakan sebuah rumah perjuangan di Jalan Serang, Jakarta. Bung Karno juga yang membantu Pakistan untuk lepas dari penjajahan, dengan mengirimkan berbagai persenjataan dan kapal perangnya.

“Bung Karno menjalankan bagaimana Pancasila sebagai ideologi dunia. Jadi kalau ada yang berusaha menegatifkan Bung Karno, itu karena kekuatan neokolonialisme dan neoimperialisme yang hendak menjajah kita kembali,” kata Hasto.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Zona Merah di Indonesia Hanya 41 Daerah

PDIP juga mendorong para cakada, ketika terpilih, mendorong kebijakan berbasis riset, serta mendorong pendidikan demi menguasai ilmu-ilmu dasar.

“Kita harus bisa menjadi pemimpin, bagaimana agar rakyat Indonesia mampu mengejar ketertinggalan kita, sehingga menjemput tugas sejarah kita menjadi bangsa pemimpin diantara bangsa lainnya,” tukas Hasto.(akh)


Bagikan Berita Ini
  • 27
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here