Tokoh Muhammadiyah Yogyakarta Buka Warung Makan Gratis Ditengah Pandemi Covid-19

0
19158
Tokoh Muhammadiyah Yogyakarta Buka Warung Makan Gratis Ditengah Pandemi Covid-19
Abdul Ghofar bersama istri menunggu warung makan siang gratis di Pengasih, Kulonprogo, DI Yogyakarta.
Bagikan Berita Ini
  • 1.8K
    Shares

YOGYAKARTA (TEROPONGMETRO) – Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Abdul Ghofar (65), membuka warung makan siang gratis bagi semua kalangan dan yang membutuhkan. Warung Sedekah dan Berkah yang sudah berjalan dua bulan ini selalu banyak pengunjung untuk menikmati makan siang.

“Buka mulai pukul 10.00 hingga Ashar (15.00,red). Menu yang disajikan, menu rumahan seperti nasi, sayur lodeh, tahu dan tempe bacem, telur dadar, terong krispi, sambal, oseng-oseng. Kalau pukul 14.00 sudah habis, ya ditulisi sudah habis,” kata Abdul Ghofar di warungnya, Sabtu (19/9/2020) malam.

BACA JUGA: Ini 12 Waketum Gerindra: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out

Dijelaskan Abdul Ghofar, warung ini diilhami ingin berbuat kebaikan agar mendapatkan bekal di akhrerat. Sebab sudah banyak teman-teman Abdul Ghofar yang telah meninggal dunia dan ia tinggal menunggu giliran. Kebetulan juga pembukaan warung ini berbarengan dengan masa pandemi Covid-19.

Dana untuk membuat warung dan menyediakan makanan berawal dari uang pribadi Abdul Ghofar. Untuk membuat warung yang berada di belakang rumahnya RT 02/RW 01 Kalurahan dan Kapanewon Pengasih atau di sebelah utara pintu masuk Masjid Jami’ Pengasih, Ghofar mengeluarkan dana kurang lebih Rp 35 juta.

Warung Sedekah dan Berkah ini tampaknya mendapat sambutan masyarakat sekitar yang ingin mensodakohkan makannya. “Setelah tiga hari berjalan, tidak disangka-sangka ada banyak yang simpatik seperti mengirim beras, sayur baik yang sudah matang dan masih mentah, dan sebagainya,” kata Ghofar.

Ghofar yang pensiunan dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini berharap dengan banyaknya orang yang bersedekah maka warungnya akan berjalan sepanjang masa. Sehingga pahala bukan hanya mengalir pada dirinya, tetapi juga orang-orang yang ikut mensedekahkan makanan di warungnya.

BACA JUGA: Puan Maharani Sampaikan Cinta Bung Karno pada NU Saat Orasi Kebangsaan

Untuk memasak makanan bagi warungnya, dilakukan oleh Ny Abdul Ghofar. Setiap harinya, kurang lebih menghabiskan beras empat kilogram. “Menanak nasinya dimulai pukul 03:00 disambi dengan sholat tahajud,” kata Ny Abdul Ghofar.

Sedang untuk memasak sayur-sayuran dan lauk pauknya, Ny Abdul Ghofar dibantu tetangganya. Mereka juga melayani warga yang datang untuk makan siang. “Banyak orang yang datang ke sini dan banyak pula karakter mereka. Sehingga kami harus melayani mereka dengan sabar,” kata Ny Abdul Ghofar.

Selama dua bulan menjalankan usaha Warung Sedekah dan Berkah, Ny Abdul Ghofar mengaku lebih sehat dibandingkan sebelum buka warung. “Badan tidak terasa pegal-pegal lagi, mungkin ini salah satu berkah,” katanya.(ak/f1)


Bagikan Berita Ini
  • 1.8K
    Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here