Perlu Dihargai Juga, Pengamat Sebut Gatot Punya Banyak Jasa Saat Jadi Panglima

0
1221
Perlu Dihargai Juga, Pengamat Sebut Gatot Punya Banyak Jasa Saat Jadi Panglima
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Bagikan Berita Ini

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Pengamat Politik Jerry Massie mengatakan kalau pembubaran acara deklarasi kelompok yang menamakan diri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/9/2020), kemarin, sudah tepat dilakukan polisi karena adanya kekhawatiran melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Saya nilai penolakan barangkali yang ngumpul-ngumpul tak bisa protokol kesehatan,” kata Jerry, Selasa (29/09/2020).

BACA JUGA: PKS: Paslon Pilkada Yang Langgar Protokol Kesehatan Harus Langsung Digugurkan

Dalam konteks kebebasan berpendapat, menurut Jerry, selama tujuannya positif, sebenarnya tak masalah dan acara silaturahmi dan deklarasi KAMI di Gedung Juang 45, Jalan Mayjen Sungkono, dihadiri mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo.

Gatot merupakan salah satu deklarator KAMI di Jakarta. Acara tersebut dihentikan polisi karena dinilai tidak mengantongi izin berkumpul, apalagi diselenggarakan di tengah pandemi.

“Kalau hanya bertemu dengan warga dan tak ada aksi anarkis itu sah-sah saja. Tapi memang Gatot menjadi kontroversial bagi sebagian kalangan,” tuturnya.

BACA JUGA: Bantuan Kuota Internet bagi 27,3 Juta Siswa dan Guru Mulai Disalurkan

Tetapi karena sekarang sedang ada pandemi, acara deklarasi tersebut mestinya dipikirkan lagi. “Barangkali bisa jika sesuai protokol kesehatan. Bagi saya dipending dulu apalagi Surabaya atau Jatim masuk zona merah Covid-19.”

Sejak kelahirannya, 18 Agustus 2010 di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, bagi sejumlah kalangan, gerakan KAMI dianggap berbahaya.

“Kalau saya positive thinking saja. Tapi jangan ada asas manfaat adan mencari keuntungan politik,” katanya.

BACA JUGA: Pengamat: Terawan Tak Lagi Bisa Diharapkan

Lebih jauh, Analis politik dari lembaga Political and Public Policy Studies tersebut mengatakan terlepas dari kekurangan, sejauh ini Gatot masih pada jalur yang benar.

“Bagaimanapun terlepas dari kekurangan, saya lihat secara imparsial, Jenderal Gatot juga pernah menjadi Panglima TNI atau orang penting di negeri ini punya jasa-jasa. Jadi perlu dihargai juga. Selagi masih pada jalur dan rel yang benar, bagi saya tak masalah. Beda kalau melanggar aturan, maka tak bisa ditolerir,” tandasnya.(mat)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini