55 Tahun KOKAM Sleman, Eksistensi Menjawab Tantangan Zaman

0
3215
55 Tahun KOKAM Sleman, Eksistensi Menjawab Tantangan Zaman
Ghiroh Perjuangan angkatan muda muhammadiyah di bawah Panji Muhammadiyah
Bagikan Berita Ini
  • 178
    Shares

YOGYAKARTA (TEROPONGMETRO) –  Gedung Loji Muhammadiyah PCM Minggir Sleman, malam itu penuh dengan nuansa seragam doreng dari  hampir 200 orang anggota KOKAM ( Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah ) se-Sleman dalam gelaran acara “Refleksi 55 Tahun KOKAM Sleman.”

Acara ini  dibuka dengan doa Iftitah serta pembacaan kalam Illahi yang menjadi dasar untuk para peserta agar senantiasa mengingatkan dan meluruskan niat dalam perjuangan di jalan Allah.

Haji Nasirun mewakili PCM Minggir menyampaikan selamat datang dan selamat berkegiatan kepada seluruh peserta. Loji Muhammadiyah yang terletak di Pojok, Kliran, Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Sleman yang merupakan bangunan kuno peninggalan zaman Belanda yang kini digunakan sebagai jantungnya pusat pergerakan Muhammadiyah Sleman Barat, siap untuk menjadi ajang dan dimanfaatkan fasilitasnya untuk berbagai kegiatan KOKAM.

BACA JUGA: Begini Strategi Kemenparekraf Untuk Memulihkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi

Salah satu kegiatan  KOKAM Minggir  yang mendapat banyak simpati bagi masyarakat adalah layanan ambulance yang bekerjasama dengan LAZISMU PCM Minggir  yang bersentuhan langsung dengan warga. Hal ini merupakan pintu masuk yang luar biasa untuk syiar amar ma’ruf nahi munkar bisa bersinergi.

Menurut Nasirun saat ini PCM Minggir sudah memiliki 2 ambulance. Adapun ambulance baru yang ada berharga sekitar Rp300 juta.

“Alhamdulillah, untuk pengadaannya bisa terkumpul hanya dalam waktu dua pekan dan melalui media social dari para pegiat persyarikatan dan simpatisan  500 orang yang peduli dan dengan kegiatan layanan ambulance tersebut,” katanya, Senin (5/10/2020).

Sementara Eko Sumardiyanto selaku ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sleman menyampaikan bahwa dalam usianya yang ke-55 KOKAM telah terbukti kiprahnya di Sleman, mulai dari  aksi penanggulangan Covid-19 sejak awal pandemi dengan gerakan semprot disinfektan bersama MDCC dan MCCC Sleman, hingga gerakan ketahanan pangan serta social protocol kesehatan yang terus menerus digaungkan.

“Ini adalah bukti betapa perannya KOKAM sangat besar dalam setiap gerak langkah persyarikatan,” jelasnya.

BACA JUGA: Kenneth William Dijebloskan Ke Penjara Dan Minta Maaf Karena Bikin Konten Tiktok Yang Melecehkan Masjid Di Bandung

Milad KOKAM 55 kali ini mengambil tema “KOKAM Tangguh dalam Kemanusiaan dan Berkemajuan untuk Alam Semesta”.  Menurut Komandan KOKAM Wilayah Yogyakarta Ridwan Dalhar, di tengah kondisi seperti saat ini yang penuh sesak dengan aneka informasi yang berseliweran maka untuk menanggulanginya kita harus sering bertemu dan berkomunikasi sebagai filter dalam memilih dan menyaring berita.

“Jangan sampai anggota KOKAM terbawa arus oleh berita yang menyesatkan,” tutur Ridwan.

Menurutnya Yogyakarta adalah tempat strategis dan menjadi panggung dari banyak pihak dengan banyak kepentingan, sehingga seluruh anggota KOKAM harus pandai-pandai menyikapi.  KOKAM harus senantiasa menjadi pengawal Muhammadiyah, ulama, Islam dan bangsa.

Marwan Hamed, Komandan KOKAM Daerah Sleman mengajar seluruh anggota KOKAM untuk terus bergerak dan berbuat.

“Kami ucapkan beribu terima kasih kepada seluruh kadang KOKAM yang telah meluangkan waktu, untuk bisa iku nggrengsengke kegiatan kita,  kedepan harus lebih tanggap, tangguh, dan cekatan,” ujarnya.

Iwan Setiawan, M.Si   Sekretaris Nasional KOKAM menyatakan bahwa KOKAM sebagai bagian dari kader Muhammadiyah tentu memiliki tanggung jawab terhadap dakwah Muhammadiyah. Menjadi anggota KOKAM berarti berdakwah dijalan Islam, dinaungi panji Muhammadiyah.

Kelahirannya lanjut Iwan merupakan bagian dari panggilan sejarah menghadapi  peristiwa G 30 S/PKI.  Pada waktu itu Letnan Kolonel S. Prodjokusumo militer aktif yang menjadi ketua PWM DKI Jakarta  yang kebetulan kelahiran Turi Sleman dan  sebagai Kepala Piket di Markas Hankam telah mendapat breefing pula di Markas Hankam seputar masalah G 30 S/PKI pada hari Jum’at tanggal 1 Oktober 1965. Berdasarkan informasi tersebut maka diambil keputusan atas usul Letnan Kolonel S. Prodjokusumo untuk perlunya dibentuk Komando Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Muhammadiyah dan kemudian forum mengangkat Letnan Kolonel S. Prodjokusumo menjadi komandannya dan Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai markasnya.

“Inilah lahirnya KOKAM 55 tahun lalu sebagai tonggak sejarah yang harus diketahui oleh para penerusnya dan masih eksis sampai saat ini karena bisa menjawab tantangan jaman,” tutur Iwan.

BACA JUGA: Bencana Alam Juga Mengancam Di Tengah Pandemi Covid-19

Di tahun 2020 ini KOKAM memiliki paradigma baru berkaitan dengan arah dan gerakan KOKAM. Dalam Peraturan dan Pedoman KOKAM 2020 ini KOKAM adalah satuan program pembinaan dan pengembangan sumber daya kader Pemuda Muhammadiyah di bidang pelayanan bantuan kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi. “Tugas KOKAM ini dinamakan trilogi pelayanan KOKAM,” jelas Iwan.

KOKAM memandang kedepan bahwa trilogi pelayanan KOKAM adalah tugas-tugas yang sangat penting bagi KOKAM, sebagai  bagian dari Pemuda Muhammadiyah. Masalah kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi atau lingkungan adalah perlu menjadi perhatian serius dimasa depan.

Acara Refleksi kali ini diakhiri dengan foto bersama dan yel – yel penyemangat ghiroh perjuangan di bawah panji Muhammadiyah untuk bangsa dan Agama.(bob)


Bagikan Berita Ini
  • 178
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here