Haedar Nashir: Materi Munas Tarjih XXXI Cerminkan Gerakan Islam Reformis

0
2094
Haedar Nashir: Materi Munas Tarjih XXXI Cerminkan Gerakan Islam Reformis
Ketum Muhammadiyah, KH. Haedar Nashir.
Bagikan Berita Ini
  • 104
    Shares

YOGYAKARTA (TEROPONGMETRO) – Munas Tarjih ke XXXI sebagai cermin gerakan Islam Reformis, menurut Haedar Nashir ciri gerakan ini adalah merespon perubahan-perubahan dengan memberikan alternative atas segala macam persoalan.

“Ciri kelompok ini adalah merespon perubahan zaman yang begitu rupa dengan tidak lari, tetapi dengan sikap yang reformis. Gerakan seperti ini yang sedang ditawarkan oleh Muhammadiyah,” katanya pada Ahad (29/11).

Tema-tema yang dibahas dalam Munas Tarjih ke XXXI merupakan cerminan pandangan gerakan organisasi Islam Reformis. Misalnya Fikih Agraria yang masuk dalam pembahasan, menurut Haedar persoalan agrarian adalah persoalan yang tua dan tetap relefan sampai sekarang.

Karena banyak pendekatan dalam melihat agrarian, diantaranya ada neo-marxisme, kontruksionisme, dan pendekatan-pendekatan modernis. Maka dibutuhkan cara pandang yang holistic dalam melihat agrarian, karena jika tidak demikian dikhawatirkan akan menghasilkan keputusan yang kuat pada ‘aroma’ tertentu saja.

Masuknya pembahasan akhlak dalam Munas ini, Haedar berharap bukan hanya melahirkan suatu yang bersifat epistimologi, tapi juga bisa menjadi panduan akhlak di ruang public yang bersifat humanity yang membangun relasi kemanusiaan yang irfani.

“Ketika dunia semakin garang, semakin kenan mauapun kekiri, dan konflik politik begitu keras, perebutan akses dan asset ekonomi makin tinggi dan cenderung pada konflik kepentingan ekonomi pada tingkat global. Akhlak menjadi pondasi untuk pola perilaku yang tetap memelihara nilai-nilai kemanusiaan yang menyelamatkan, mendamaikan, dan juga menyadarkan mereka yang rakus.” Urai Haedar.

Dalam era pandemic, tarjih menjadi kekuatan yang berada di garis depan. Langkah yang diambil mendapat apresiasi postif dari beberapa kalangan, lewat pandangan keagamaannya di era pandemic Muhammadiyah menawarkan dan memberi contoh Islam yang baik, taat, tetapi juga rasional, dan adaptif dalam menyelesaikan masalah.

“Rekonstruksi penting, dekonstruksi sebagai alat untuk memahami masalah penting, tetapi memberi solusi juga sama pentingnya, bahkan jauh lebih penting. Sebagai outcamp dari apa yang kita hasilkan dalam wujud amal saleh kita yang bersifat tajdid.” Tuturnya.

Memberi solusi terhadap masalah bangsa dan kemanusiaan semesta adalah wujud dari sikap keagamaan. Haedar berharap dari Munas Tarjih ini bisa menghasilkan keputusan sebagaimana yang diagendakan. Serta lewat Munas Tarjih ia juga berharap bisa menawrkan nilai-nilai Islam yang maju dan mencerahkan. (up)


Bagikan Berita Ini
  • 104
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here