Pemkab Badung Gelar Gathering Pariwisata Di Kuta Selatan

0
696
Pemkab Badung Gelar Gathering Pariwisata Di Kuta Selatan
Bagikan Berita Ini
  • 8
    Shares

NUSADUA (TEROPONGMETRO) – Guna menuju pariwisata Kabupaten Badung berkualitas dan tetap produktif di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata, Selasa (1/12/2020) melaksanakan gathering kepariwisataan implementasi protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) di Kecamatan Kuta Selatan. Acara yang dibalut dengan suasana talk show tersebut diselenggarakan di kawasan pariwisata Nusa Dua, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Acara dihadiri oleh Kadisparda Bali I Putu Astawa didampingi oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Badung AA Putu Yuyun Hanura Enny, Ketua DPRD Badung diwakili anggota Wayan Luwir Wiana, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Managing Director The Nusa Dua, Poltek Negeri Bali serta stakeholder kepariwisataan Kabupaten Badung. Acara tersebut dibuka oleh Pjs. Bupati Badung yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Badung ditandai dengan pemukulan gong.

BACA JUGA: Pemerintah Kabupaten Badung Sosialisasi Penerapan Prokes Bagi Pelaku UMKM

Pjs. Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, AA Yuyun Hanura Enny, menerangkan, gathering pariwisata merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membangun jalinan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder pelaku pariwisata, asosiasi, pengusaha pariwisata. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan strategis di bidang pariwisata, termasuk implementasi kepada masyarakat dan juga kepada pelaku pariwisata maupun para stakeholder yang telah memberikan dampak positif dan memberikan daya dukung yang kuat dari kebijakan pemerintah. Kegiatan tersebut juga untuk mendapatkan masukan aspirasi dari masyarakat dan pelaku pariwisata yang nantinya dipergunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan kedepan yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada serta cocok dengan kebutuhan yang diharapkan.

“Dengan demikian maka kebijakan yang dibuat nantinya dari sisi manfaat dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pemerintah tetapi juga kepada asosiasi, masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” ujarnya.

BACA JUGA: Anies Minta Orang Yang Pernah Menemuinya untuk Tes Swab, Pakar UI Memuji

Dipaparkannya, saat ini dunia dilanda pandemi Covid-19, termasuk Bali yang merasakan dampak yang begitu signifikan. Sebab, Covid-19 yang menyerang sektor kesehatan, berdampak pada sektor ekonomi Bali yang sangat bertumpu pada sektor pariwisata. Untuk itu pihaknya menilai diperlukan upaya dalam mengatasi hal tersebut, khususnya membangun kepariwisataan di era pandemi. Yaitu dengan mengajak seluruh stakeholder pariwisata di Bali untuk bekerjasama dalam meningkatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya dalam melakukan perjalanan wisata, masyarakat atau para wisatawan saat ini menginginkan suatu jaminan kepercayaan terkait tempat tersebut aman dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Melalui kesempatan yang baik ini kami mengajak Bapak Ibu dan hadirin sekalian untuk selalu mengutamakan dan mengimplementasikan protokol kesehatan CHSE dalam aktivitas usaha pariwisata, sehingga dapat meyakinkan wisatawan bahwa Pariwisata Badung khususnya dan Bali pada umumnya sudah siap aman dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan CHSE,” pungkasnya.

BACA JUGA: Polisi Panggil Habib Rizieq, Herman Hery: Jangan Terkesan Mencari-cari Kesalahan

Sementara itu Kabid Pemasaran Pariwisata, Dewa Ngurah Bhayudewa, yang juga selaku ketua panitia melaporkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah pertama meningkatkan kompetensi pemangku kepentingan bidang pariwisata yaitu pemerintah, swasta atau pengusaha dan masyarakat dalam memahami, menguasai dan menerapkan konsep-konsep kepariwisataan yang berkelanjutan. Kedua, membangun jaringan koordinasi komunikasi dengan stakeholder diantaranya pelaku pariwisata, asosiasi industri pariwisata dan pemerintah, dalam memulihkan memajukan kepariwisataan di masa pandemi pandemi Covid-19.

Ketiga, momentum untuk mengevaluasi kebijakan strategis di bidang pariwisata, utamanya terkait dengan keamanan dan kesehatan wisatawan pada saat melakukan perjalanan wisata. Keempat, meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan protokol kesehatan CHSE kepada stakeholder pariwisata, seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat pelaku wisata dalam rangka mempercepat pemulihan kepariwisataan Bali pada umumnya dan Kabupaten Badung pada khususnya. Sehingga akan berimbas terhadap meningkatnya kepercayaan wisatawan bahwa Bali aman untuk dikunjungi.

BACA JUGA: Gaji Anggota DPRD DKI Naik Tinggi, Formappi: Mereka Tak Peduli Kondisi Rakyat

“Semoga melalui kegiatan gathering kepariwisataan ini dapat bermanfaat dalam menyamakan persepsi, terkait mengimplementasikan prokes CHSE untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan aman bagi wisatawan,” ujarnya.

Untuk waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan dilaksanakan 6 kali kegiatan di 3 kecamatan di wilayah Kabupaten Badung. Yaitu dua kali di Kecamatan Kuta Selatan, dengan mengambil tempat di The Westin Resort Nusa Dua pada tanggal 1 Desember dan di Intercontinental Jimbaran pada tanggal 3 Desember. Sedangkan untuk kegiatan di Kecamatan Kuta dilaksanakan dua kali yang pertama dilaksanakan di Patra Bali Resort and Villas pada tanggal 8 Desember dan yang kedua dilaksanakan di Padma Hotel Legian pada tanggal 10 Desember. Sementara di Kecamatan Kuta Utara, dilaksanakan di Trans Resort Hotel pada tanggal 15 Desember dan di Alila Hotel pada tanggal 17 Desember 2020.

BACA JUGA: Polisi Panggil Habib Rizieq, FPI Masih Lihat Kondisi

Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut di setiap kecamatan diperkirakan berjumlah 75 orang. Bila kuota peserta tiap kecamatan seluruhnya bisa terpenuhi, maka jumlah total keseluruhan peserta akan berjumlah 450 orang. Dana kegiatan tersebut bersumber dari dana APBD perubahan yang bersumber dari dana hibah pariwisata tahun 2020.

“Untuk narasumber kegiatan ini terdiri dari Ir Putu Astawa MA selaku Kadisparda Provinsi Bali, Gusti Agung Suryawijaya, SE, MBA, M. Setiawan Santoso selaku ekonom ahli kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Sang Nyoman Sutena, SH, dari BPBD Badung, Ketut Jaman, SS, M.Si,” imbuhnya. (up)


Bagikan Berita Ini
  • 8
    Shares


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here