Percepat Pemulihan Ekonomi, OJK Buka Kantor Cabang Bali-NTB

0
1075
Percepat Pemulihan Ekonomi, OJK Buka Kantor Cabang Bali-NTB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster, meresmikan Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Senin (21/12/2020).
Bagikan Berita Ini

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster, meresmikan Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Senin (21/12/2020). Sebagai upaya memperkuat peran OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan dan menggerakkan perekonomian daerah.

“Semoga kantor OJK ini memberikan manfaat lebih besar lagi untuk masyarakat. Keberadaan gedung baru ini menjadi simbol semangat seluruh insan OJK dalam melayani masyarakat, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bali dan sekitarnya,” kata Wimboh dalam sambutannya, Senin (21/12/2020).

BACA JUGA: KPU Sebut Ada 87 Paslon Ajukan Gugatan Pilkada 2020

Wimboh menjelaskan peran Kantor OJK di daerah juga harus menjadi pusat literasi dan inklusi keuangan sehingga masyarakat bisa semakin mudah mendapatkan akses keuangan yang murah dan menguntungkan serta melindungi masyarakat dari berbagai produk investasi dan keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

Ia menegaskan perekonomian daerah harus menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional di masa pemulihan. Untuk itu, OJK terus mendukung penuh percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi peran sektor jasa keuangan dan partisipasi seluruh masyarakat di daerah yang difokuskan pada tiga hal.

Pertama, perluasan akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Sinergi antara TPAKD dan lembaga jasa keuangan terus dibangun baik dalam menyediakan akses keuangan dari sisi tabungan maupun pembiayaan, serta meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha terhadap produk dan layanan keuangan.

BACA JUGA: Dibanjiri Peminat, Festival Pantun Base Loloan Digelar Lebih Meriah

Kedua, melakukan transformasi digital dalam mendorong UMKM untuk go digital dan berorientasi ekspor, mulai dari Bank Umum, BPR serta Lembaga Keuangan Mikro. Kolaborasi antara UMKM dengan ekosistem digital ekonomi dan keuangan juga terus didorong, salah satunya melalui marketplace UMKM-MU.

“Saat ini OJK sedang mengembangkan security crowdfunding sebagai salah satu platform pembiayaan alternatif bagi pelaku usaha UMKM dan Non-UMKM. Platform ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha yang tidak bankable untuk mendapatkan pembiayaan dan juga memberikan kesempatan bagi kalangan anak muda kreatif terutama investor pemula (start-up) untuk berinvestasi” kata Wimboh.

Ketiga, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan daerah untuk kesejahteraan masyarakat dan kinerja pelaku usaha ultra mikro dan UMKM, terutama yang sulit dijangkau. OJK mencatat, tingkat inklusi keuangan nasional dari survei OJK terakhir sudah berada di level 76,19%. Namun, tingkat inklusi keuangan belum merata, sebab akses keuangan di wilayah perkotaan (83,6%) masih lebih tinggi daripada di wilayah pedesaan (68,5%).

BACA JUGA: Aklamasi Jadi Ketum, Suharso Targetkan Kemenangan PPP di Pemilu 2024

Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mengawasi 54 Bank Umum, 135 BPR atau BPR Syariah, 17 perusahaan sekuritas, satu kantor perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), 82 perusahaan asuransi, dua dana pensiun, dua perusahaan penjaminan, satu pegadaian, 53 perusahaan pembiayaan, dan satu modal ventura.

Dalam kesempatan tersebut, Wimboh mengatakan sektor jasa keuangan terpantau stabil dengan tingkat risiko yang terjaga (NPL 3.15%), permodalan yang tinggi (CAR:23,7%), tingkat likuiditas yang masih memadai dengan didukung dana pihak jetiga yang tumbuh tinggi (12,12% yoy) meskipun kredit masih terkontraksi (-0,47%yoy).

Saat ini total kredit restrukturisasi Covid-19 mencapai Rp 934,8 triliun dari sekitar 7,5 juta debitur di perbankan (UMKM Rp 371,1 triliun dengan 5,8 juta debitur), Rp 182,3 triliun di perusahaan pembiayaan dari 4,9 juta kontrak, Rp 26,4 miliar di LKM termasuk Rp 4,5 miliar di BWM.

Penempatan dana pemerintah di perbankan dengan total sebesar Rp 64,5 triliun, telah tersalurkan dalam bentuk kredit mencapai Rp198,8 triliun di Bank Himbara, Rp 24,92 triliun di BPD dan Rp 5,89 triliun di Bank Syariah.

BACA JUGA: Tutup Munas Tarjih, Syafiq Mughni Ingatkan Stok Ulama Muhammadiyah

Sementara itu, kinerja perbankan baik Bank Umum maupun BPR di Bali periode Oktober 2020 terpantau sehat dan kondusif. Penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp 110,21 triliun, tumbuh -4,33% yoy, namun secara nominal mengalami peningkatan setiap bulannya. Adapun penyaluran kredit kepada masyarakat tumbuh 0,99% yoy menjadi Rp93,01 triliun.

“Industri jasa keuangan khususnya di Provinsi Bali semakin kokoh, tumbuh dengan sehat dan berkontribusi optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Wimboh. (up)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini