Kasus Covid-19 Meroket, Inggris Siapkan Rumah Sakit Darura

0
1014
Kasus Covid-19 Meroket, Inggris Siapkan Rumah Sakit Darurat
Para komuter berjalan melewati Canary Wharf saat jumlah kasus positif virus corona makin meningkat di seluruh dunia dan saham Eropa turun tajam di London, Inggris, Senin (9/3/2020). Foto: REUTERS/Dylan Martinez/nz/cfo.
Bagikan Berita Ini
  • 20
    Shares

TEROPONGMETRO – Inggris telah menyiapkan rumah sakit darurat yang dibangun pada awal pandemi dan menutup sekolah dasar di London pada Jumat (1/1/2021) untuk melawan penyebaran cepat dari varian virus baru corona yang jauh lebih menular.

BACA JUGA: Covid-19 Bukan Konspirasi, Muhammadiyah Akan Terus Edukasi

Dilansir Reuters, Sabtu (2/1/2021), dilaporkan ada 50.000 kasus Covid-19 harian baru selama empat hari terakhir, lembaga layanan kesehatan mengatakan sedang mempersiapkan langkah antisipasi lonjakan pasien dan membutuhkan lebih banyak tempat tidur.

“Pendidikan dan kesejahteraan anak-anak tetap menjadi prioritas nasional. Memberlakukan pendidikan jarak jauh di bagian London yang lebih luas benar-benar merupakan pilihan terakhir dan solusi sementara,” ujar Menteri Pendidikan, Gavin Williamson.

BACA JUGA: Gubernur Jatim Terpapar COVID-19, Tetap Jalankan Tugas Sambil Isolasi

Inggris saat ini sedang melawan gelombang baru virus yang telah menewaskan lebih dari 74.000 orang dan menghancurkan perekonomian. Sebagai salah satu negara terparah di dunia, tercatat 53.285 kasus dalam 24 jam terakhir, dan 613 kematian baru.

Selain itu, Perdana Menteri Boris Johnson telah dikritik karena sering melakukan pembalikan selama pandemi, termasuk menunda penguncian selama gelombang pertama pada bulan Maret dan meninggalkan sistem untuk memberikan nilai sekolah tanpa ujian.

Rumah sakit sementara Nightingale di lokasi seperti pusat konvensi adalah salah satu upaya yang sukses, dibangun oleh militer dalam hitungan hari. Fasilitas itu hampir tidak digunakan tetapi tetap siaga. Dalam laporan lainnya mengatakan unit perawatan intensif dari tiga rumah sakit London penuh pada Malam Tahun Baru, memaksa pasien dipindahkan ke rumah sakit lain untuk perawatan kritis.

BACA JUGA: PKS Sebut Kebijakan Ekonomi dan Vaksin Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

“Untuk mengantisipasi tekanan yang meningkat dari penyebaran infeksi varian baru, NHS Wilayah London diminta untuk memastikan Nightingale diaktifkan kembali dan siap menerima pasien jika diperlukan,” terang juru bicara National Health Service (NHS).

Royal College of Nursing memperingatkan bahwa negara tersebut tidak memiliki cukup perawat untuk mengelola fasiltas baru, terutama dengan banyak yang sakit karena virus atau terpaksa diisolasi. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  • 20
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here