Dihantam Kasus Korupsi, Partai Gerindra Rontok dan PDIP Tetap Kokoh

0
1471
Dihantam Kasus Korupsi, Partai Gerindra Rontok dan PDIP Tetap Kokoh
Ilustrasi, Kampanye Politik Partai Gerindra.
Bagikan Berita Ini
  • 19
    Shares

TEROPONGMETRO – Hasil Survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), elektabilitas PDI Perjuanngan tetap kokok. Sementara Partai Gerindra makin melorot.

Dari hasil survei PDI Perjuangan (17,8 persen), Partai Golkar (15,2 persen), Partai Demokrat (10,8 persen), PKB (8,8 persen), Partai Nasdem (8,1 persen), PKS (6,9 persen), Partai Gerindra (6,6 persen), PSI (4,2 persen), PAN (3,1 persen), PPP (2,9 persen), Partai Hanura (1,6 persen) dan  Parpol lain di bawah 0,5 persen.

BACA JUGA: Sidang Praperadilan Habib Rizieq, PN Jaksel Minta Bantuan Polisi

Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nur Cahyono, mengatakan sebanyak 87,7 persen responden menyatakan bahwa prilaku korupsi yang dilakukan kader partai politik akan menjadi penilaian pada saat dilakukan pilkada maupun pemilu.

“Hasilnya, ketika 1.225 responden diberikan pertanyaan parpol mana yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini, maka PDI Perjuangan berada di posisi teratas disusul Partai Golkar. Partai Gerindra melorot ke posisi ketujuh,” ujar Arifin dalam keterangannya, Sabtu (2/1).

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Status Guru Sebagai PPPK Saja

Arifin mengatakan, itu akibat kasus OTT KPK terhadap dua kader parpol di tingkatan menteri di kabinet Jokowi-Maruf Amin. Yaitu, Menteri KKP Edhy Prabowo (Gerindra) dan Mensos Juliari Batubara (PDIP).

“Dua menteri ini memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat pilihan masyarakat terhadap PDI Perjuangan dan Gerindra,” ucap dia. Ditambah, persepsi masyarakat juga negatif terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf yang masih banyak korupsi.

“Sementara Partai Golkar, Partai Demokrat, PKB, Partai Nasdem, PKS dan PSI menjadi tempat pelarian pilihan masyarakat yang sebelumnya memilih PDI Perjuangan dan Gerindra jika pemilu digelar hari ini,” demikian kata Arifin.

BACA JUGA: Hari Ini, Prof. Din Syamsuddin Nikahi Cucu Pendiri Ponpes Gontor

LKPI melakukan survei pada 20-27 Desember 2020, dengan jumlah responden 1.225 orang yang tersebar secara provosional di 34 provinsi di Indonesia, dengan sample Metode Mix-Mode karena riset yang dilakukan di era pandemi Covid-19 yang membatasi untuk melakukan wawancara tatap muka. Karena itu, survei jajak pendapat ini dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak.

Survei melalui telepon ini menggunkan petugas wawancara yang telah dilatih untuk mengajukan pertanyaan dan mencatat jawaban yang diberikan responden pada komputer. Margin of error survei LKPI ini sebesar kurang lebih 2,8 persen, pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. (Tm)


Bagikan Berita Ini
  • 19
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here