Hari Ini, Jokowi Orasi Ilmiah Virtual Di Rapat Senat Universitas Brawijaya

0
802
Jokowi Beberkan Tiga Fondasi Pembentukan INA
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini dijadwalkan melakukan orasi ilmiah secara virtual di Rapat Terbuka Senat ke-58 Universitas Brawijaya (Unbra) Malang, Jawa Timur. Jokowi akan berorasi selama 45 menit, mulai pukul 09.15-10.00 WIB.

“Jokowi akan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya,”kata Kepala Humas Universitas Brawijaya Malang, Kotok Guritno dalam keterangan resminya kepada wartawan, Selasa (5/1/2021).

BACA JUGA: Muhammadiyah: Jika Perjuangan Masih Sekadar Simbol, Umat Islam Sulit Berjaya

Menurut Kotok, kegiatan tersebut akan dihadiri dosen dan tenaga pendidik (tendik). “Rapat Terbuka Senat ke-58 juga diisi dengan pameran inovasi dosen dan mahasiswa Universitas Brawijaya secara virtual,” tandasnya.

Di hadapan Presiden, Rektor Universitas Brawijaya Nuhfil Hanani akan memberikan laporan kerja hasil capaian Universitas Brawijaya selama 2020 dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian, kemahasiswaan, keuangan, kerjasama, inovasi serta reputasi nasional dan internasional. Menurut Nuhfil dalam bidang akademik, Universitas Brawijaya mengalami perkembangan signifikan untuk akreditasi program studi.

BACA JUGA: Kebijakan Guru Tak Masuk Formasi PNS, Demokrat Sebut Kado Prank Pemerintah Akhir Tahun

“Tercatat di tahun 2020 jumlah program studi Universitas Brawijaya yang meraih akreditasi A mencapai 105. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun 2019 dan 2018 yang masing-masing mencapai 97 dan 82 prodi terakreditasi A,”ujarnya.

Ia menjelaskan penelitian Universitas Brawijaya tahun 2020 juga meningkat. Jumlah publikasi dosen pada jurnal internasional di tahun 2020 mencapai 1.404. “Jumlah ini sama dengan publikasi dosen pada Scopus,”ungkapnya.

Sementara di bidang kemahasiswaan, kata Nuhfil, prestasi cemerlang didapat pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pinmas). “Universitas Brawijaya berhasil menempatkan pada posisi ke-2, setelah di tahun 2019 berada di posisi ke-6,”pungkasnya.

BACA JUGA: Percaya atau Tidak, Sahabat Bisa Jadi Pasangan Bukan Hal yang Mustahil

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa Indonesia perlu sumber daya manusia (SDM) unggul yang kompeten seperti para lulusan Universitas Brawijaya yang tidak hanya siap kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja.

“Untuk hasilkan lulusan unggul perguruan tinggi harus berani mendistruksi dirinya agar lebih adaptif, fleksibel dan berorientasi masa depan. Cara terbaik adalah memberikan pengalaman bermakna di dunia kerja ketika masih menjadi mahasiswa,” tuturnya.

BACA JUGA: Kembali Bertarung, Ini Calon Lawan Yang Ingin Dihadapi Khabib

Dia berharap pihak universitas bisa memberikan kesempatan bagi para dosen untuk menggali pengalaman di luar kampus, sehingga bisa membawa ilmu-ilmu mutakhir ke dalam kampus.

“Kita juga ingin semakin banyak praktisi yang mengajar di kampus dan itulah dasar mereka belajar kampus merdeka,” tutur Nadiem. (ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini