Mulai Hari Ini, Berikut Pembatasan Aktivitas Masyarakat Selama Pengetatan PSBB Jakarta

0
637
Mulai Hari Ini, Berikut Pembatasan Aktivitas Masyarakat Selama Pengetatan PSBB Jakarta
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku mulai hari ini, Senin (11/1/2021) hingga Senin (25/1/2021).

Keputusan untuk memperketat kembali masa PSBB ini secara regulasi tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan, Jangka Waktu, dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah selama PSBB dan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19.

BACA JUGA: Bukan Ciptakan Gimmick Pemberitaan, Tri Rismaharini Diminta Fokus ke Tugasnya Sebagai Mensos

Menurut Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, keputusan untuk kembali memperketat PSBB dilatarbelakangi oleh situasi Covid-19 di Jakarta makin mengkhawatirkan.

Berkaca pada pengalaman pengetatan PSBB pada September 2020, saat itu Pemprov DKI Jakarta berhasil menurunkan kasus aktif secara signifikan dari lonjakan kasus aktif Covid-19 akibat libur panjang tahun baru Islam pada pertengahan bulan Agustus.

“Kita ingat pada pertengahan bulan Agustus, ada libur panjang tahun baru Islam. Dua minggu sesudah libur panjang itu, pertambahan kasus harian dan pertambahan kasus aktif melonjak sangat cepat. Maka, pada saat itu, kita memutuskan menarik rem darurat di pertengahan September,” jelasnya.

BACA JUGA: DPR Minta KNKT Lakukan Penyelidikan Jatuhnya Sriwijaya Air

Berikut ini adalah pengaturan pembatasan aktivitas masyarakat selama pengetatan PSBB:

  1. Kegiatan di tempat kerja/perkantoran
    – Tempat kerja/kantor milik swasta, BUMN/BUMD dan milik pemerintah
    – Pembatasan: 75 persen work from home (WFH) dan 25 persen work from office (WHO)
  2. Kegiatan pada sektor esensial
    – Sektor energi, komunikasi, IT, keuangan, logistik, industri, perhotelan, pelayanan dasar, utilitas publik dan obyek vital nasional
    – Tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, seperti pasar rakyat, toko swalayan, minimarket, supermarket, hypermarket dan perkulakan
    – Tidak ada pembatasan, tetap beroperasi 100 persen baik operasional maupun kapasitas
  3. Kegiatan konstruksi
    – Tetap beroperasi 100 persen
  4. Kegiatan restoran
    – Tempat: warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima/lapak jalanan pada lokasi binaan dan lokasi sementara
    – Pembatasan:
    * Makan/minum di tempat sebesar 25 persen
    * Dine-in sampai pukul 19.00WIB
    * Layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran
  5. Kegiatan di pusat perbelanjaan/mal
    – Pembatasan jam operasional sampai Pukul 19.00 WIB
  6. Kegiatan peribadatan
    – Tempat ibadah masing-masing agama
    – Pembatasan 50 persen dari kapasitas tempat ibadah
  7. Kegiatan pada pelayanan fasilitas kesehatan
    – Tetap beroperasi 100 persen
  8. Kegiatan pada area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan
    – Aktivitas dihentikan
  9. Kegiatan belajar mengajar
    – dilaksanakan secara daring dari rumah
  10. Kegiatan pada moda transportasi
    – Kendaraan umum, angkutan massal, taksi, dan kendaraan rental: maksimal penumpang 50 persen
    – Ojek (online dan pangkalan): penumpang 100 persen.(bob)

Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini