Komisi II DPR Akan Minta Penjelasan DKPP, Apa Dasar Pemecatan Ketua KPU

0
3345
Komisi II DPR Akan Minta Penjelasan DKPP, Apa Dasar Pemecatan Ketua KPU
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Arief Budiman dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Anggota Komisi II DPR ri dari fraksi PAN Guspardi Gaus mempertanyakan pemecatan Arief Budiman. Komisi II DPR akan meminta klarifikasi DKPP.

“Apa dasar dari DKPP memberhentikan mecat Arief Budiman?” ujar Guspardi Gaus kepada awak media, Kamis (14/1/2021).

BACA JUGA: Polisi Buru ‘Jackie Skw,’ Akun Medsos Penebar Ujaran Kebencian Jatuhnya Sriwijaya Air

Ia mempertanyakan kewenangan serta landasan aturan DKPP memecat Arief Budiman. Ia juga bertanya mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Arief Budiman karena mendampingi komisioner KPU Evi Novida Ginting dalam proses penggugatan surat keputusan Presiden di PTUN Jakarta.

“Apakah dengan melakukan, mendampingi (Evi Novida) di PTUN itu ada aturan secara eksplisit yang menyatakan bahwa (Arief) Budiman melakukan pelanggaran kode etik,” jelas Guspardi.

“Tentu ini harus dijelaskan secara terang benderang oleh DKPP sehingga tidak menimbulkan polemik,” lanjutnya.

Anggota komisi II DPR itu mengatakan pihaknya akan segera meminta penjelasan DKPP. Salah satunya terkait SK pemberhentian Arief Budiman.

BACA JUGA: Diberhentikan DKPP dari Ketua KPU, Arief Budiman: Saya Tak Pernah Mencederai Integritas Pemilu

“Komisi II nantinya nanti akan mempertanyakan SK pemberhentian itu apa dasarnya, aturan apa yang mengatur sehingga dilakukan pemecatan. Apakah dengan ranah itu Etik yang diatur dalam perundang-undangan tentang kewenangan DKPP untuk sampai memberhentikan itu,” ungkap Guspardi.

Hal yang sama juga disampaikan Pimpinan Komisi II DPR, Saan Mustofa mengatakan DPR akan meminta penjelasan dari DKPP terkait pelanggaran kode etik yang dituduhkan ke Arief Budiman.

“Karena yang dituduhnya kan melanggar kode etik yaitu mendampingi Bu Evi diantar ke pengadilan menurut saya mendampingi itu dikategorikan sebagai kode etik atau bukan,” kata Saan.

Dalam waktu dekat, Komisi II DPR akan menggelar rapat dengan DKPP. Rapat ini digelar agar DKPP dapat menjelaskan detil soal pemecatan Arief.

“Kita kan komisi II nanti pada saat rapat kerja dengan DKPP. Kita akan pertanyakan itu semua mungkin secepatnya akan kita lakukan itu,” sebut Saan.

BACA JUGA: Bupati Badung Sebut Bantuan Stimulus Tunas Rp 300 Ribu Per KK Selama PPKM

Pemecatan Arief Budiman terkait pendampingannya terhadap komisioner KPU Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Presiden. Selain itu, Arief dinyatakan bersalah karena tetap menjadikan Evi Novida komisioner KPU.

Arief Budiman dinilai melanggar kode etik dan dinyatakan tidak pantas menjadi Ketua KPU. DKPP juga menilai sikap Arief terkesan mendukung perlawanan terhadap DKPP.

“Teradu terbukti tidak mampu menempatkan diri pada waktu dan tempat di ruang publik karena di setiap kegiatan teradu di ruang publik melekat jabatan Ketua KPU,” demikian bunyi penggalan putusan DKPP dalam persidangan.

DKPP menjatuhkan putusan dengan mencopot Arief Budiman sebagai Ketua KPU. Berdasarkan hal tersebut, Arief melanggar Pasal 14 huruf c juncto Pasal 15 huruf a dan huruf b juncto Pasal 19 huruf c dan e Peraturan DKPP No 2 Tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu. KPU diminta melaksanakan putusan tersebut dalam tujuh hari.

Arief Budiman angkat suara terkait pemecatannya. Arief Budiman merasa dirinya tak pernah melakukan pelanggaran.

“Saya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang mencederai integritas pemilu,” ujar Arief kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

BACA JUGA: Di Masa Sulit Pandemi, Muhammadiyah Sebut Tidak Pantas Memamerkan Kemewahan Hidup

Arief Budiman mengatakan belum menerima hard copy surat keputusan DKPP. Dia juga akan mempelajari putusan tersebut.

“Hard copy belum nerima. Kalau soft file kan sebenarnya sudah bisa kita…. Tapi secara resmi biasanya kita dikirimi hard copy. Nah kita tunggu, kita pelajari barulah nanti bersikap kita mau ngapain,” jelas dia. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here