Gubernur Anies Sebut Bukan Rumah Sakit yang Penuh, Tapi Tempat Tidur untuk Pasien COVID

0
864
Usai Saling Memuji, Anies dan Gibran Bakal Bertemu Hari Ini
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Bagikan Berita Ini
  • 14
    Shares

TEROPONGMETRO – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap kondisi terkini ketersediaan tempat tidur untuk pasien virus Corona (COVID-19) di Jakarta. Anies awalnya menyebut saat ini ruang ICU di rumah sakit khusus COVID-19 sudah terpakai sebanyak 79 persen.

“Saya tunjukkan juga ICU, perlu diketahui bahwa 24 persen itu digunakan oleh warga luar Jakarta jadi kalau Anda melihat angka, ICU terpakai 79 persen atau biar gampang itungnya 80 persen. Maka sesungguhnya yang warga Jakarta itu 80-24 jadi 56 persen. Inilah sesungguhnya potret yang ada di Jakarta,” kata Anies melalui diskusi virtual bertajuk ‘Bersatu Melawan COVID-19’, Senin (8/2/2021).

BACA JUGA: Begini Sikap Muhammadiyah dan NU Terkait SKB Seragam Sekolah

Anies meluruskan narasi yang berkembang tentang rumah sakit di Jakarta penuh untuk menangani pasien COVID-19. Menurut Anies, tempat tidur untuk pasien COVID-19 lah yang kini sudah terisi penuh.

“Lalu berikutnya mengapa angka kematian di Jakarta relatif kecil, saya berharap ini didorong lebih jauh silakan lihat data ini, konversi kapasitas fasilitas kesehatan untuk COVID. Jadi ketika kita mendengar rumah sakit penuh, sesungguhnya bukan rumah sakit yang penuh tetapi jumlah tempat tidur yang digunakan untuk COVID-19 itu penuh,” katanya.

Anies mencontohkan rumah sakit yang memiliki 200 tempat tidur dan ikut dalam penanganan pasien COVID-19. Jika 20 persennya dikonversi untuk pasien COVID-19, maka hanya 40 tempat tidur khusus pasien COVID.

“Karena satu rumah sakit itu ketika mereka ikut di dalam jaringan untuk COVID, dia harus mengonversi, misalnya satu rumah sakit tapi 200 tempat tidur, ketika dia ikut maka langsung mengonversi. Kalau rumah sakit itu hanya mengonversi 20% dari 200 itu hanya 40 tempat tidur,” ujarnya.

BACA JUGA: Mayoritas Fraksi Tolak Revisi UU Pemilu, Pilkada Serentak Tetap 2024

“Bila 40 itu penuh maka akan diumumkan sebagai penuh. Sesungguhnya bukan rumah sakitnya penuh, tapi jatah untuk COVID-nya yang sudah penuh,” sambung Anies.

Untuk, sejak September 2020, Pemprov DKI sudah mengisyaraktan RSUD untuk minimal menyediakan 50 persen tempat tidur untuk pasien COVID. “RSUD di Jakarta 63% itu dikonversi menjadi tempat tidur COVID,” tuturnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menyebut 63 persen kapasitas tempat tidur di RSUD Jakarta sudah digunakan untuk menangani pasien COVID-19. Tercatat, ada 32 RSUD di Jakarta.

“Kita kan mempunyai 32 RSUD di DKI. Sebanyak 13 RSUD kami sudah untuk full COVID, total kapasitas tempat tidur DKI yang dari 32 RSUD tadi 63 persen sudah untuk COVID,” kata Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/2).

BACA JUGA: Hari Kedua Demo Myanmar, Puluhan Ribu Orang Tolak Kudeta Militer

Widyastuti mengatakan edaran yang diminta Menteri Kesehatan adalah menyediakan 40 persen kapasitas dari RSUD yang ada di masing-masing wilayah.

“Jadi artinya kami sudah betul-betul merelaksasi jauh sebelum ada instruksi dari Pak Menteri. Menteri Kesehatan mengeluarkan edaran menteri di bulan Januari bahwa 40 persen RS rujukan COVID harus untuk COVID,” jelasnya.(ra)


Bagikan Berita Ini
  • 14
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here