Zona PPKM Denpasar, Operasional Usaha Dibatasi Sampai Pukul 21.00 Wita

0
896
Zona PPKM Denpasar, Operasional Usaha Dibatasi Sampai Pukul 21.00 Wita
Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya
Bagikan Berita Ini
  • 8
    Shares

TEROPONGMETRO – Pemkot Denpasar mengadakan rapat secara virtual dengan Perbekel/Lurah, Camat dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid 19 di lingkungan Pemkot Denpasar, di Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar, Senin (8/2).

BACA JUGA: Dasco Mediasi Abu Janda dengan Natalius Pigai, KNPI: Proses Hukum Tetap Lanjut!

Rapat yang dipimpin Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya ini, untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang penentuan zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) di tingkat desa/kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Denpasar.

Dalam rapat bersama itu, Pemkot Denpasar mengambil keputusan sesuai instruksi Mendagri dan SE Gubernur Bali, untuk pelaku usaha dalam PPKM skala Mikro yang berlaku pada, Selasa (9/2) hingga 22 Februari mendatang. Di mana, waktu operasional pelaku usaha di wilayah Kota Denpasar sampai pukul 21.00 Wita. Dalam PPKM sebelumnya operasional usaha sampai pukul 20.00 Wita.

BACA JUGA: Milad JMSI Pertama, Ikwansyah Ajak Masyarakat Lawan Covid-19 Dengan Patuhi Prokes

Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya mengatakan PPKM di Denpasar sedari awal sudah berjalan, seperti pembentukan satgas di Desa/Kelurahan termasuk Kecamatan dan juga Banjar Adat dan Dinas sesuai Instruksi Mendagri No. 3 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 3 Tahun 2021.

“Jadi, intinya sama seperti saat PPKM tahap pertama dan kedua. Untuk jam tutup usaha sesuai Instruksi Mendagri dan SE Gubernur Bali yang sebelumnya sampai pukul 20.00 Wita menjadi pukul 21.00 Wita. Tinggal kami menguatkan tugas tugas Satgas yang ada di Desa/Kelurahan termasuk di Dusun dan Lingkungan,” kata Toya.

BACA JUGA: Ustadz Tengku Zulkarnain Diperiksa Bareskrim soal Pengakuan Abu Janda

Selain itu, lanjut Toya, untuk PPKM Skala Mikro di wilayah Kota Denpasar sudah membuat Posko Tanggap Bencana di seluruh Desa/Kelurahan. Namun untuk posko tersebut, ditegaskan Toya supaya ada sekretariat dan menampilkan informasi penanganan Covid-19.

“Dari regulasi atau data-data yang ada di Desa dan Kelurahan ini akan menjadi bahan pertimbangan PPKM skala Mikro ini. Mudah-mudahan dengan PPKM Mikro ini, kasus Covid-19 di Denpasar bisa menurun,” tandasnya. (up)


Bagikan Berita Ini
  • 8
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here