BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Di Sebagai Besar Indonesia Sepekan Ke Depan

0
1440
BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Di Sebagai Besar Indonesia Sepekan Ke Depan
Cuaca extrem disalah satu pantai.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (96% dari 342 zona musim) saat ini telah memasuki musim hujan. Hal ini telah diprediksi bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan.

“Analisis BMKG menunjukkan bahwa dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan monsun Asia yang masih mendominasi wilayah Indonesia dan diperkuat aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di sebagian wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, Selasa (16/2/2021).

BACA JUGA: Menristek Sebut Varian Covid-19 Dari Afsel Kurangi Kemanjuran Vaksin

Selain itu, adanya pusat tekanan rendah di wilayah utara Indonesia dan di Australia bagian utara dapat mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di berbagai wilayah yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

Lalu Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

“Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir/banjir bandang, selama 2 hari ke depan di tanggal 16-17 Februari 2021 potensi dampak dengan status siaga adalah Jawa Tengah,” tambahnya.

BACA JUGA: Warga Jakarta Puas Dan Ingin Anies Maju Lagi, Relawan Jokowi: Tidak Gaduh Seperti Era Ahok

Sementara potensi pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) di wilayah udara Indonesia dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL/Occasional) untuk periode 15-21 Februari 2021 diprediksi terjadi di sebagian Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Sawu, sebagian Laut Banda Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, Teluk Cendrawasih, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Jawa Tengah, Samudra Pasifik utara Papua, dan Laut Arafuru.

Untuk tinggi gelombang sepekan ke depan hingga 21 Februari 2021, dengan ketinggian 1,25 – 2,5 m (kategori sedang) berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna, Perairan timur Kep Bintan – Lingga, perairan utara Bangka Belitung, Selat Gelasa, Selat Karimata, Perairan selatan Kalimantan, Perairan Kalimantan Utara, Perairan utara Jawa, Laut Bali, Selat Bali bag.selatan, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Kupang – Pulau Rote, Perairan Kep Selayar, Teluk Bone, Selat Makasar, Perairan barat dan utara Sulawesi, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Maluku bagian selatan, Laut Seram, Perairan Fakfak – Kaimana – Amamapare – Agats, Teluk Cendrawasih.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Orang Tidak Setuju Din Syamsuddin Disebut Radikal

Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2,5 – 4,0 m (kategori tinggi) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan utara Kep. Anambas – Kep.Natuna, Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh hingga Kep.Mentawai, Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Jawa hingga P.Sumba, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan NTT, Laut Jawa, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru bag.timur, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini