Pemuda Muhammadiyah Jatim Ambil Sikap Tegas, Siapkan Laporan GAR ITB Ke Polisi

2
6644
Pemuda Muhammadiyah Jatim Ambil Sikap Tegas, Siapkan Laporan GAR ITB Ke Polisi
Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim Ustadz Dikky Syadqomullah
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur mengancam akan melaporkan balik sejumlah oknum Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni-ITB ke polisi. Laporan akan dilayangkan karena sejauh ini belum ada permintaan maaf atas tuduhan Din Syamsuddin sebagai radikalis.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim Dikky Syadqomullah, mengatakan, sampai saat ini belum ada iktikad baik untuk meminta maaf secara terbuka, bahkan cenderung berkelit. Karena itu secara institusi pihaknya akan melaporkan oknum-oknum yang menggunakan nama ITB tersebut ke Polda Jatim.

“Hingga hari ini belum ada itikad baik untuk meminta maaf secara terbuka bahkan cenderung berkelit. Kami secara institusi akan melaporkan oknum-oknum yang menggunakan nama ITB tersebut ke Polda Jatim,” tegas Ketua PWPM Jatim Dikky Syadqomullah dalam keterangan resminya yang diterima teropongmetro.com, Selasa (16/2/2021).

BACA JUGA: BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Di Sebagai Besar Indonesia Sepekan Ke Depan

Dikky mengatakan, sebagai bentuk keseriusan laporan, kini pihaknya telah mempersiapkan sejumlah bukti dan tim pengacara untuk mengkaji dari berbagai sudut pandang. Sebab tuduhan radikalis kepada mantan Ketua PP Muhammadiyah itu sudah masuk kategori tindakan pidana.

“Kami sudah siapkan tim hukum dan kumpulkan alat bukti. Hasil diskusi sementara para oknum tersebut bisa dijerat pasal 310 KUHP dengan tuntutan perbuatan tidak menyenangkan. Tentunya semuanya menunggu instruksi PP Pemuda Muhammadiyah,” terang Dikky.

Selain mengancam melaporkan sejumlah oknum, Pemuda Muhammadiyah Jatim juga meminta pihak kampus ITB untuk menegur sejumlah oknum yang telah menggunakan nama kampus. Itu dikarenakan akan mencoreng nama besar ITB sebagai kampus yang selama ini dikenal menjunjung tinggi demokrasi.

“Mengingat tuduhan GAR-ITB yang tidak berdasar, syarat kepentingan politik dan penuh kebencian maka kami meminta pihak ITB untuk menegur dan bahkan melarang penggunaan kata ITB dalam komunitas tersebut. Hal tersebut penting dilakukan mengingat nama besar ITB yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang beradab bisa ternodai karena ulah beberapa oknum,” jelas Dikky.

“Kehadiran kelompok yang mudah menuduh pihak lain dengan stigma-stigma tidak berdasar seperti Radikalis jelas mengancam kehidupan demokrasi kita. Kami Pemuda Muhammadiyah tidak akan diam atas hal tersebut,” tambahnya.

BACA JUGA: Menristek Sebut Varian Covid-19 Dari Afsel Kurangi Kemanjuran Vaksin

Sebelumnya, Din Syamsuddin dilaporkan ke KASN karena dituduh sebagai tokoh radikal. Menjawab isu ini, Menko Polhukam Mahfud Md memastikan pemerintah tidak memproses laporan tersebut. Mahfud MD menegaskan pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal. Mahfud Md menilai Din Syamsuddin adalah sosok yang kritis, bukan radikal.

“Memang ada beberapa orang yang mengaku dari ITB, menyampaikan masalah Din Syamsuddin kepada Menteri PAN-RB Pak Tjahjo Kumolo. Pak Tjahjo mendengarkan saja, namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi, ya didengar. Tapi pemerintah tidak menindaklanjuti, apalagi memproses laporan itu,” ujar Mahfud Md lewat akun Twitter-nya, Sabtu (13/2).(robi)


Bagikan Berita Ini

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini