Pastikan Stok Batubara Aman, Defy Indiyanto Kunjungi PLTU Indramayu

0
4642
Pastikan Stok Batubara Aman, Defy Indiyanto Kunjungi PLTU Indramayu
Rombongan Dekom PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) saat melakukan kunjungan kerja ke PLTU Indramayu yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Kamis (18/2/2021). (Foto: Dok. PJB)
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) berkomitmen ketersediaan pasokan listrik dapat terus terjaga. Defy Indiyanto Budiarto sebagai komisaris Pembangkitan Jawa Bali, memastikan stok batubara sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu dalam kondisi aman.

Pihaknya mendapatkan kepastian setelah melakukan kunjungan kerja ke PLTU bersama Dekom PJB lainnya, Benny Marbun yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (18/2/2021).

BACA JUGA: Pemberdayaan Kerajinan Gerabah, Sebagai Potensi Baru Sektor Ekonomi Kreatif Denpasar

“Saya melihat langsung tongkang-tongkang yang mengangkut batubara sudah mulai berdatangan. Bahkan, hari ini sudah dua tongkang lagi proses mau selesai unloading dan di belakangnya masih ada sekitar 5-6 tongkang yang mengantre,” ujar Defy dalam keterangan tertulinya, Jumat (19/2/2021).

Dia mengakui sebelumnya memang di beberapa unit PJB mengalami kekurangan stok batubara. Bahkan, di PLTU Indramayu, stok batubara sempat hanya cukup untuk dua hari. Hal tersebut terjadi salah satunya karena terkendala cuaca.

Defy juga mengapresiasi Unit PLTU Indramayu yang sudah menjalankan arahan Menteri BUMN Erick Thohir terkait nilai-nilai utama (core values) perusahaan, yakni AKHLAK, akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

“Perihal ‘AKHLAK’ ini saya lihat selain sudah dijalankan, slogannya juga tertempel sangat besar di gedung,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager UBJOM Indramayu, Ubaedi Susanto menjelaskan, dari tahun ke tahun kinerja operasi PLTU Indramayu mengalami peningkatan. Bahkan, di tengah krisis yang terjadi sepanjang 2020, operasi perusahaan tetap dapat dipertahankan.

BACA JUGA: Fraksi PKS Minta BPH Migas Tingkatkan Pengawasan BBM

Pada 2020, PLTU Indramayu memproduksi energi listrik sebesar 6.778,36 GwWH dengan CF sebesar 80,71, EFOR sebesar 2,00, dan EAF sebesar 93,82. Indikator kinerja tersebut lebih baik dibandingkan rencana di dalam RKAP 2020.

Apabila terjadi gangguan, i-CORE dapat mencatat gangguan tersebut secara real time dan otomatis. Kemudian dengan bantuan artificial intelligence serta expert di kantor pusat PJB, Manajemen PLTU Indramayu dapat melakukan perbaikan secara tepat. Hal ini dinilai juga bermanfaat untuk pemeliharaan dengan lebih efektif dan efisien.(din)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini