Pemkab Badung Raih Peringkat Empat Nasional Dalam Pengelolaan Sampah

0
882
Pemkab Badung Raih Peringkat Empat Nasional Dalam Pengelolaan Sampah
Pemerintah Kabupaten Badung berhasil meraih Penghargaan Peringkat 4 Tingkat Nasional Dalam Hal Pengelolaan Sampah.
Bagikan Berita Ini
  • 11
    Shares

TEROPONGMETRO – Kerja keras Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung beserta jajaran dalam hal pengelolaan sampah di Badung, mendapat apresiasi dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Melalui Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2021 dengan mengusung tema “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi” yang dilaksanakan secara daring, Senin (22/2/2021) lalu, Badung berhasil meraih Penghargaan Peringkat 4 Tingkat Nasional Dalam Hal Pengelolaan Sampah.

BACA JUGA: Pendaftaran Kartu Prakerja Kembali Dibuka

Piagam penghargaan diserahkan secara virtual oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Siti Nurbaya kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung I Wayan Puja mewakili Plh. Bupati Badung. Atas prestasi ini Badung juga berhak atas Dana Insentif Daerah sebesar Rp 80.719.473 dan khusus untuk kelompok kategori pengelolaan sampah sebesar Rp 6.710.351.

Kadis LHK Badung I Wayan Puja menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Negara Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diperoleh Pemkab Badung. Dikatakan diraihnya penghargaan ini karena merupakan kerja keras seluruh jajarannya dan seluruh stakeholder yang turut berpartisipasi atas pengelolaan sampah di Kabupaten Badung. Ditambahkan penghargaan ini berhasil diraih setelah Badung memenuhi dan melaksanakan 5 kriteria penilaian seperti memiliki kebijakan tentang Jakstrada, memiliki kebijakan terkait pengurangan sampah plastik, implementasi kebijakan pengurangan sampah plastik, inovasi atau kreativitas tentang pengurangan sampah dan kinerja fasilitas pengelolaan sampah sebelum masuk ke TPA (Komposting, Bank Sampah, TPS 3R, PDU).

Dalam menindaklanjuti Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, mantan Kabag Aset ini mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Badung telah mengeluarkan Peraturan Bupati Badung nomor 47 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Peraturan Bupati Badung Nomor 48 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle melalui Bank sampah.

BACA JUGA: Sebulan Dikukuhkan, KI Provinsi Bali Gelar Sidang Perdana Sengketa Informasi Publik

“Dalam Perbup Nomor 47 tersebut ditegaskan pelaku usaha dilarang menggunakan kantong plastik dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik. Pelarangan penggunaan kantong plastik dilaksanakan pada kantor pemerintah dan swasta, pusat perbelanjaan, departemen store, hypermarket, supermarket, minimarket, retail modern, hotel, villa, akomodasi pariwisata dan restaurant,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan untuk Perbup Nomor 48 Tahun 2018 dilaksanakan melalui Bank Sampah untuk menangani sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Dengan adanya Perbup Nomor 48 Tahun 2018 diharapkan masyarakat agar mampu memilah sampah yang dihasilkan di rumah tangga. Disamping itu Kabupaten Badung berupaya membentuk TPS 3R dimasing-masing Desa di Kabupaten Badung untuk merealisasikan Perbup 47 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik dan Peraturan Bupati Badung Nomor 48 tahun 2018 tentang pedoman pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle melalui Bank sampah.

“Sehingga Target Capaian Pengurangan sampah sebanyak 11,480.66 ton/tahun atau setara dengan 11.18% dan Penanganan sampah sebanyak 57,143.52 ton/tahun atau setara dengan 55.67% pada tahun 2020,” pungkasnya.

BACA JUGA: Motor Terendam Air di Kantor Gubernur Ganjar, Netizen: PSI Mana Suaramu?

Puja juga menambahkan dalam kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional, pihaknya telah menyelenggarakan webinar peluncuran buku Kajian Daur Ulang Plastik dan Kertas dalam Negeri pada tanggal 10 Pebruari, webinar Sampah Spesifik pada tanggal 9 Januari yang diikuti oleh 756 peserta dalam youtube streaming yang disaksikan 3.766 viewers, webinar RDF pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Industri Semen sebanyak 1.040 peserta, webinar Pengembangan Maggot BSF yang disaksikan sebanyak 1.088 viewers dan webinar Sirkular Ekonomi dan Bank Sampah dengan 1.000 lebih peserta. (up)


Bagikan Berita Ini
  • 11
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here