Fokus Pasar, Upaya Pemerintah Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi

0
830
Fokus Pasar, Upaya Pemerintah Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi
Bagikan Berita Ini
  • 11
    Shares

TEROPONGMETRO – Fokus pasar pada hari ini akan tertuju kepada pernyataan pemerintah yang akan mematok target pemanfaatan gas mencapai 22% hingga 2025 mendatang. Selain itu semakin dekatnya pengesahan stimulus AS juga cukup menarik perhatian.

Dalam riset hariannya Pilarmas Sekuritas menjelaskan, demi mengejar target tersebut pemerintah akan fokus kepada pengurangan impor dari minyak. Saat ini porsi pemanfaatan gas bumi tercatat masih jauh di bawah target tersebut, yakni 19,5% sepanjang tahun 2020.

BACA JUGA: Kementerian Kominfo Kembangkan Talenta Digital Lewat Program DTS

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan penggunaan gas yakni dengan melakukan pengembangan terminal LNG di Bali menjadi salah satu penunjang dalam penggunaan gas bumi sebagai alternatif energi.

Pengembangan ini dilakukan melalui anak usaha Perusahaan Listrik Negara (PLN) yakni PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG) dan PT Dewata Energy Bersih (DEB) di mana keduanya tengah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman studi kelayakan kajian untuk pengembangan LNG Terminal Bali.

Lebih lanjut, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, studi kelayakan kajian atas pengembangan bisnis LNG yang dilakukan tersebut diharapkan menjadi awal rencana kerja sama pengembangan infrastruktur terminal penerima dan regasifikasi LNG di Provinsi Bali antara PLN GG dan PT DEB.

“Kami melihat arah kebijakan energi dan ketenagalistrikan dapat mendorong energi ramah lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Melayat Ke Mendiang Artidjo Alkostar

Selain mengoptimalkan PLTDG Pesanggaran kapasitas 200 MW, PLN juga akan melakukan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Gas dan Uap ke lokasi Pesanggaran dengan kapasitas 300 MW. Adapun, pengembangan infrastruktur LNG Terminal Bali ditargetkan dapat beroperasi memasok gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran pada awal tahun 2023

Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) memaparkan, langkah ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan listrik dan penguatan sistem kelistrikan Bali untuk mewujudkan Bali Mandiri Energi Bersih. Di sisi lain, pengembangan ini dapat mewujudkan integrasi sistem tenaga listrik Jawa Bali melalui jaringan transmisi sebagai sistem interkoneksi kelistrikan terbesar di Indonesia. (akh)


Bagikan Berita Ini
  • 11
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here