Perdana Menteri Malaysia Meminta Raja Untuk Bubarkan Parlemen

0
3974
Perdana Menteri Malaysia Meminta Raja Untuk Bubarkan Parlemen
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menegaskan bahwa dia akan meminta Raja Al-Sultan Abdullah Ahmad Shah membubarkan parlemen setelah pandemi Covid-19 bisa diatasi.

Setelah parlemen dibubarkan, maka pemilu dapat digelar untuk memilih pemimpin baru.

Hal itu diungkapkan Muhyiddin dalam pidato peringatan satu tahun Perikatan Nasional, Senin (1/3).

BACA JUGA: Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini

“Fokus utama pemerintah saat ini adalah untuk menjauhkan negara ini dari pukulan ganda krisis kesehatan dan ekonomi. Setelah pandemi selesai, saya akan meminta Yang di-Pertuan Agong untuk membubarkan Parlemen,” kata Muhyiddin seperti dikutip dari Channel News Asia.

“Sampai saat itu, saya dan rekan-rekan di Kabinet akan terus menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin.”

Dia mempersilakan masyarakat untuk menentukan sendiri siapa pilihan mereka, apakah kembali memilih Perikatan Nasional (PN) atau lainnya.

BACA JUGA: Khofifah Sebut Kota Surabaya Barometer Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur

Pada Oktober lalu, Raja Malaysia membatalkan pemilu sela di Sabah untuk mencegah penularan virus corona. Keputusan itu didapat setelah Raja menyetujui deklarasi darurat di Batu Sapi, Negara Bagian Sabah.

Pidato Muhyiddin juga menyinggung masalah tata kelola, termasuk rencana untuk memacu pemulihan ekonomi pada 2021, di samping penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi digital.

Dia optimistis ekonomi Malaysia perlahan membaik di 2021 ini. Menurut proyeksi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, ekonomi Malaysia diperkirakan akan tumbuh masing-masing sebesar 7 persen dan 6,7 persen.

BACA JUGA: Berantas Korupsi, 27 Perusahaan BUMN Teken Kerja Sama Dengan KPK

Meski kegiatan ekonomi sudah berjalan kembali, katanya, pembatasan pergerakan masih diperlukan di perbatasan internasional, antarnegara, serta untuk kegiatan sosial dan bisnis di mana jarak sosial tidak memungkinkan.

“Pembukaan kembali kegiatan ini baru bisa dilakukan setelah vaksinasi sudah mencapai target cakupan penduduk,” ujarnya.(red)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here