Mendag Sebut 81% Dari Ekspor Indonesia Adalah Industri Primer Dan Manufaktur

0
1092
Mendag Sebut 81% Dari Ekspor Indonesia Adalah Industri Primer Dan Manufaktur
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
Bagikan Berita Ini
  • 11
    Shares

TEROPONGMETRO – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, saat ini Indonesia telah menjadi kekuatan industri di dunia serta tidak lagi mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi.

“Hal yang dapat menjadi catatan menggembirakan adalah 81,2% dari total ekspor Indonesia adalah dalam bentuk barang industri primer dan ekspor manufaktur, yang menunjukkan transformasi nyata bahwa Indonesia telah menjadi kekuatan industri, dan tidak lagi hanya mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi,” kata Mendag pada pembukaan Rakernas Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

BACA JUGA: Neraca Perdagangan Surplus, Jokowi Apresiasi Kementerian Perdagangan

Rakernas yang dibuka Presiden Joko Widodo, dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, para kepala dinas perdagangan di seluruh Indonesia, dan atase perdagangan di berbagai negara akreditasi.

Mendag mengatakan, pada tahun 2020, ekspor Indonesia ke sejumlah kawasan tradisional dan non-tradisional masih menunjukkan pertumbuhan, yaitu ke Eropa Barat naik sebesar 17,07%, Amerika Utara naik 3,51%, Asia Timur naik 4,01%, Eropa Timur naik 9,99%, dan Afrika Timur naik 8,09%.

Bahkan, lanjutnya, ketika pandemi Covid-19 melanda di seluruh dunia pada tahun 2020, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 21,7 miliar, meskipun surplus tersebut lebih dikarenakan nilai impor Indonesia yang turun lebih besar dari pada ekspor. Di sisi lain, kata Mendag, secara umum kinerja perdagangan nasional pada tahun 2020 mengalami pelemahan.

“Kinerja sektor perdagangan besar dan eceran mengalami pelemahan, termasuk perdagangan kendaraan bermotor yang menjadi salah satu indikator transaksi perdagangan mengalami koreksi sebesar 3,72%,” katanya.

BACA JUGA: Coca Cola Amatil Mendukung Potensi Kemandirian Mahasiswa Dalam Berwirausaha

Ia mengatakan, menurut perhitungan lapangan usaha, sektor perdagangan masih mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 1.995% triliun atau setara 12,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara berdasarkan pendekatan pengeluaran, nilai total barang dan jasa yang diperdagangkan yang dicerminkan oleh nilai konsumsi masyarakat dalam negeri, memberi kontribusi sebesar 58,97% dalam pendapatan nasional. “Ditambah ekspor barang dan jasa sebesar 17,17% disertai impor sebesar 16,2%,” katanya. (akh)


Bagikan Berita Ini
  • 11
    Shares



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here