Sandiaga Ingin Manfaatkan Data BNPB Untuk Manajemen Krisis Pariwisata

0
666
Sandiaga Ingin Manfaatkan Data BNPB Untuk Manajemen Krisis Pariwisata
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berbincang dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional BNPB, di Sari Pacific Hotel, Jakarta, Kamis, 3 Maret 2021. (Foto: Istimewa)
Bagikan Berita Ini
  • 17
    Shares

TEROPONGMETRO – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno ingin memanfaatkan data dan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk manajemen krisis kepariwisataan agar mampu mengantisipasi dalam menghadapi bencana di Tanah Air.

Saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional BNPB bersama Kepala BNPB Doni Monardo, di Sari Pacific Hotel, Jakarta, (4/3/2021) ia menjelaskan manajemen krisis ini bukanlah proses yang konstan namun sangat strategis, karena tidak ada yang bisa tahu dengan pasti kapan krisis datang, kapan bencana datang, sebesar apa, dan bagaimana dampaknya.

BACA JUGA: KLB Demokrat, Moeldoko: Saya Terima Jadi Ketum!

“Namun kita bisa mengantisipasi dengan melakukan inovasi pemanfaatan data dan informasi dari BNPB, BMKG, dan instansi lainnya serta adanya kerja sama untuk beradaptasi dengan bencana yang terjadi,” ujar Sandiaga.

Menparekraf menjelaskan, pihaknya memiliki kerangka kerja terkait manajemen krisis parekraf mulai dari Fase Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Fase Tanggap Darurat, Fase Pemulihan, dan Fase Normalisasi.

“Manajemen krisis diterapkan secara terukur dan sistematis dan dilakukan oleh ekosistem pariwisata yang merespons dan bersiaga dalam menangani bencana di setiap destinasi,” ujarnya.

Menparekraf menjelaskan penyebab dan skala bencana berbeda-beda. Sehingga bisa direspons dengan cepat melalui kerangka kerja yang sistematis untuk mempercepat pemulihan hingga normalisasi.

“Bila kita sudah mengetahui langkah antisipasinya. Kita juga bisa melibatkan para stakeholders dengan menyiapkan kebutuhan dan sarana dan prasarananya,” ujarnya.

BACA JUGA: Hidup Makin Sulit, Survei Unicef: 51,5 persen Keluarga Tidak Punya Tabungan

Keandalan sektor pariwisata dalam menangani kondisi krisis baik yang diakibatkan oleh alam maupun nonalam berupa krisis sosial merupakan salah satu kriteria utama dalam membangun pariwisata berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

“Kami berharap agar seluruh pemangku kepentingan pariwisata perlu memahami risiko bencana dan krisis di wilayahnya, serta membekali diri dengan kemampuan pengelolaan krisis kepariwisataan,” tutup Sandiaga. (mat)


Bagikan Berita Ini
  • 17
    Shares



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here