Jelang Milad IMM, Immawan Wahyudi Sebut Gerakan Kader Harus Berkarakter Dan Progresif

0
1218
Jelang Milad IMM, Immawan Wahyudi Sebut Gerakan Kader Harus Berkarakter Dan Progresif
Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) periode 1983-1986, Immawan Wahyudi.
Bagikan Berita Ini
  • 111
    Shares

TEROPONGMETRO – Dalam rangka menjelang Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-57 tahun pada 15 Maret mendatang. Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) periode 1983-1986, Immawan Wahyudi berharap untuk tetap menjaga eksistensi gerakan baik ditengah masyarakat dan persyarikatan, kesarjanahan Mahasiswa Muhammadiyah jangan beku dan hanya kuat pada sisi tekstual, namun lemah sisi konteksnya.

Mengenang era Pak AR Fachruddin, Immawan Wahyudi menyebut era itu Muhammadiyah begitu terbuka dalam konteks keilmuan. Meskipun demikian, kader masih tetap berdada dalam bingkai Kemuhammadiyahan. Karena itu kepada kader IMM yang mencari pencerahan tidak perlu jauh-jauh mencari keluar Muhammadiyah, karena di rumah Muhammadiyah sudah ada.

BACA JUGA: Cara Alami Mengobati Penyakit Batu Empadu Tanpa Harus Jalani Operasi

Insyaallah pencerahan itu manfaat, baik untuk eksternal maupun internal. Pada sisi internal, pencerahan itu dapat menguatkan seluruh jaringan kader, pengurus, maupun anggota bahkan simpatisan. Eksternalnya tentu kita kita punya tanggung jawab terhadap maju mundurnya bangsa kita ini,” ungkap mantan wakil Bupati Gunung Kidul 2 periode ini, dalam Pengajian Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM UAD.

Dalam konteks kebangsaan, Muhammadiyah dan IMM memiliki tanggung jawab untuk membantu mengentaskan segala persoalan yang menyelimutinya. Mengahdapi dinamika politik yang terjadi sekarang, menurutnya membutuhkan kader yang faham dan jujur. Karena, dialektika politik yang sedang berlaku di bangsa ini begitu sangat mengecewakan dan penuh kebohongan.

Dialektika politik tidak etis, karena yang diadu, diperdebatkan dan ‘diserang’ bukan lagi soal gagasan, meliankan persona publik. Kepakaran tokoh publik yang ditampilkan melalui media sosial dan menyerang personal, menurut Immawan adalah bentuk kebekuan dan reduksi dari kepakaran yang dimiliki.

Merujuk pada pendapat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Immawan Wahyudi mengajak untuk tidak berlarut dalam pro-kontra yang berkelanjutan di media sosial. Langkah bijak ini diharapkan mampu menghidupkan bangsa dan negara produktif. Selain itu, berlarut di media sosial menurutnya akan mengunci manusia dalam realitas semu dan meningalkan realitas yang sesungguhnya.

BACA JUGA: Pengakuan Gatot Nurmantyo Diajak Congkel AHY, Langsung Teringat Telah Dibesarkan SBY

“Kita baiknya belajar kepada tokoh Muhammadiyah yang memiliki cara khas yang saya kira pas untuk menghadapai dinamika dengan tidak mendongak keatas tapi juga tidak tunduk ke bawah,” ungkap mantan politisi PAN ini, seperti dikutip pada laman resmi muhammadiyah.or.id pada Minggu (7/3/21).

Ia mengajak kepada seluruh kader IMM, baik yang sudah tergabung di Fokal dan masih menjabat di struktur kepemimpinan semua level supaya sering melakukan silaturahmi. Kegiatan silaturahmi dimaksudkan untuk mengecek apakah sudah benar-benar bersilaturahmi, atau hanya formalistik. Jangan sampai kader IMM terlihat berkumpul-kumpul namun hatinya saling terpecah-belah.(bob)


Bagikan Berita Ini
  • 111
    Shares



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here