IDI Ingatkan Masyarakat Terkait Beredarnya Masker Palsu

0
1123
IDI Ingatkan Masyarakat Terkait Beredarnya Masker Palsu
Ilustrasi masker (Sumber foto : Ist)
Bagikan Berita Ini
  • 18
    Shares

TEROPONGMETRO – Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih menyebut banyak masker yang beredar di masyarakat berkualitas abal-abal yang tidak memiliki kemampuan protektif partikular atau medical grade.

Daeng mengkhawatirkan masker abal-abal tersebut terpakai oleh tenaga kesehatan dan menjadikan mereka mudah tertular virus dari pasien, baik yang positif COVID-19 maupun kasus asimtomatik atau orang tanpa gejala (OTG).

BACA JUGA: Piala Menpora, Persija Siap Bertarung Di Grup B

“Banyak contohnya masker yang medical grade, misalnya N95, KF94, KN95 atau masker-masker lain yang medical grade. Ini perlu kita sosialisasikan, karena banyak nakes yang tidak paham yang medical grade dan mana yang tidak,” ujar Daeng dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2021 di Jakarta, Selasa.

Daeng meminta aparat keamanan untuk menertibkan masker abal-abal yang tidak medical grade di lapangan, agar keamanan masyarakat dan tenaga medis terjamin.

Selain itu, IDI tengah mengampanyekan penurunan transmisi virus di dalam ruangan praktek tenaga kesehatan dengan pembersihan udara.

Menurutnya, setiap pasien yang sakit baik yang positif atau OTG, tanpa berbicara pun atau tanpa mengeluarkan kata-kata pun dapat berpotensi menularkan virus.

BACA JUGA: BI Sebut Cabe Rawit dan Bawang Berpotensi Naik Jelang Nyepi Bisa Picu Inflasi

Hal itu berkemungkinan besar terpaparnya tenaga kesehatan juga akan terus berlangsung.

“Kalau tidak ada strategi penurunan udara atau tidak ada pembersihan udara di ruangan tersebut, atau penyaringan udara secara baik, maka akan semakin mudah tenaga kesehatan kita setiap hari menghirup virus yang ada di ruangan itu,” ujarnya.

Ciri Masker Palsu

Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia, Moh. Adib Khumaidi menjelaskan masker kesehatan yang asli punya ciri fisik tertentu yang dapat dilihat secara kasat mata.

“Kalau masker palsu, dia tidak memiliki filter molekul, jadinya hanya menahan udara saja. Seharusnya fungsi aslinya menahan molekul yang berterbangan di sekitar sehingga tidak tertular penyakit,” katanya.

Agar tetap aman dan terhindar dari masker tiruan, dr. Adib pun mengimbau agar membeli masker dengan dua warna berbeda. Misalnya, warna biru dan putih atau hijau dan putih.

BACA JUGA: Pemerintah Kota Denpasar Terus Genjot Vaksinasi Covid-19

“Jadi, yang ada warna hijau depannya dan yang dalamnya warna putih itu menunjukan ada lapisan penyaring untuk molekul besar seperti virus dan bakteri. Kalau bisa beli yang beda warna depan dan belakang seperti ini,” jelasnya.

Secara fisik, masker yang palsu itu lembarannya tipis. Sedangkan masker asli akan terasa tebal karena memiliki tiga lapisan penyaring. Pada lapisan luar fungsinya untuk mencegah percikan masuk ke masker, lapisan tengah untuk filtrasi, dan yang bagian dalam menyentuh mulut dan serta hidung fungsinya untuk absorbsi.(ra)


Bagikan Berita Ini
  • 18
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here