Begini Kata Muhammadiyah dan NU Terkait Pengikut Hakekok Balakasuta

0
3624
Begini Kata Muhammadiyah dan NU Terkait Pengikut Hakekok Balakasuta
Pengikut aliran Hakekok Balakasuta (Sumber foto : Istimewa)
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Polres Pandeglang mengamankan 16 orang yang menamai kelompoknya Hakekok Balakasuta. Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad meminta mereka yang melanggar hukum, dibina aja, diberi pengertian. Dadang yakin mereka orang-orang yang kurang mengerti terhadap agama. Menurutnya, pengikut aliran itu kurang mengerti terkait etika dan sopan santun. Ia menduga pengikut aliran tersebut terhasut oleh ajaran tertentu.

“Saya yakin mereka ini orang-orang yang rendah pendidikan juga, orang desa yang mungkin tertipu oleh bujukan ajaran-ajarannya kelihatannya bagus tetapi tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Dadang, Sabtu (13/3/21).

BACA JUGA: Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Menjelang Puasa Ramadan

Dari sudut Islam, terang Dadang, ritual bugil tersebut tidak dibenarkan. Ritual bugil mandi bareng di rawa mengumbar aurat antara satu dengan lainnya.

“Padahal kan di Islam itu sangat hati-hati untuk tidak memperlihatkan aurat kepada yang bukan muhrimnya,” tutur Dadang.

Sementara menurut Ketua PBNU, Robikin Emhas, tidak satu pun agama di Indonesia yang memiliki ritual membersihkan diri dari dosa dengan mandi bersama laki-laki dan perempuan di tempat yang sama dalam waktu yang bersamaan. Robikin berharap pemuka agama memperkuat pemahaman masyarakat supaya tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari nilai-nilai agama. Apalagi, terkait dengan suatu ritual pembersihan dosa.

Kepada kepolisian dan pemerintah setempat, 16 pegikut tersebut, pinta Robikin, untuk dibina.

“Agama menuntun setiap pemeluknya agar berbudi luhur. Karenanya agama memberi arah jalan dan tata cara untuk mencapainya dengan cara terhormat. Karena selain bersifat ketuhanan, ujung dari tuntunan agama dimaksud adalah terwujudkan peradaban luhur umat manusia,” jelasnya.

BACA JUGA: Gus Jazil Ingin NU Jakarta Tak Seperti Bunga Teratai, Indah Tapi Kurang Mengakar

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap 16 warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. Mereka diamankan karena melakukan ritual yang diduga merupakan bagian dari aliran sesat yang menyebut sebagai kelompok Hakekok Balakasuta. Polisi turut menyita kondom serta beberapa barang yang dijadikan jimat oleh kelompok “Hakekok”. Ada keris hingga kemenyan yang biasa digunakan oleh mereka selama melakukan ritual bugil dengan mandi bareng di sebuah rawa.(bob)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here