Kaya Rempah-rempah, Indonesia Ternyata Masih Impor Jahe

0
750
Kaya Rempah-rempah, Indonesia Ternyata Masih Impor Jahe
Ilustrasi Jahe.
Bagikan Berita Ini
  • 22
    Shares

TEROPONGMETRO – Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi merasa prihatin karena Indonesia ternyata impor jahe. “Saya tak habis pikir, negeri luas dan tanah terbentang dan penghuni negerinya memiliki banyak waktu, tetapi kita masih harus impor jahe?” ujar Dedi seperti dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis (25/3/21).

“Kalau saja Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota membuat program nasional penanaman jahe, mungkin kita tidak harus impor dan bahkan bisa ekspor jahe ke luar negeri,” Dedi menambahkan.

Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, pernah memusnahkan 108 ton jahe impor asal Vietnam dan Myanmar di salah satu tempat pemusnahan limbah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Data Impor Jahe

Data Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan selama 2020, total impor jahe utuh maupun yang telah dihancurkan atau bubuk mencapai 19.252 ton atau senilai 16,92 juta dolar Amerika. Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya mencapai Rp 243,3 miliar (kurs Rp 14.400 per dolar AS).

Secara rinci, impor jahe utuh mencapai 19.204 ton atau senilai USD 16,68 juta selama tahun lalu. Sedangkan jahe bubuk mencapai 48,39 ton atau senilai USD 245.436.

Meski demikian, impor tersebut mengalami perlambatan jika dibandingkan selama 2019, yang totalnya mencapai 21.782 ton atau senilai USD 17.1 juta.

Impor jahe utuh pada tahun 2019 sebanyak 21.749 ton atau senilai USD 16,99 juta. Sedangkan jahe bubuk 33,74 ton atau senilai USD 118.731.

Setidaknya ada tiga negara asal impor yakni Vietnam, nilainya mencapai USD 5,41 selama 2020.

Selanjutnya China mencapai USD 4,01 juta selama tahun lalu dan India mencapai USD 1,58 juta.(ra)


Bagikan Berita Ini
  • 22
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here