Indonesia Mendapat Pinjaman dari ADB Sebesar Rp 6,53 Triliun untuk Pengadaan Vaksin

0
1268
Ilustrasi
Bagikan Berita Ini
  • 32
    Shares

TEROPONGMETRO – Pemerintah Indonesia mendapat pinjaman sebesar US$ 450 juta atau setara dengan Rp 6,53 triliun dari Asian Development Bank (ADB). Hutang tersebut untuk membiayai pengadaan vaksin virus corona.

Pinjaman itu nantinya akan membantu PT Bio Farma mendapatkan dan menyalurkan vaksin virus corona. Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan pemberian pembiayaan itu dapat mendanai pembelian vaksin mencapai 65 juta dosis vaksin.

Masatsugu Asakawa mengatakan pembiayaan vaksin kepada Indonesia masuk dalam program Responsive Covid-19 Vaccines for Recovery (Recover).

“Pandemi Covid-19 sangat berdampak berat bagi masyarakat Indonesia, program Recover akan membantu pemerintah setempat untuk melindungi jiwa dan memulihkan mata pencaharian mereka,” kata Masatsugu dalam keterangan resminya, Rabu (31/3).

Presiden ADB menyebutkan ada tiga kriteria yang salah satunya harus dipenuhi untuk memperoleh pembiayaan vaksin antara lain pengadaan vaksin harus melalui Covid-19 Vaccines Global Access Facility (Corvax).

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan total anggaran penanganan Covid-19 hingga vaksinasi di tahun ini sebesar Rp 130,03 triliun.

Secara rinci dari total anggaran tersebut, terbagi menjadi tiga jenis program. Pertama, anggaran pengadaan dan program vaksin Covid-19 sebesar Rp 58,18 triliun. Kedua, anggaran testing dan tracing sebesar Rp 9,91 triliun. Ketiga, anggaran perawatan dan insentif tenaga kesehatan yakni Rp 61,94 triliun.

“Bisa dibayangkan? Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bekerja sangat keras melindungi rakyat dan perekonomian menghadapi Covid-19,” kata Menkeu dalam akun sosial medianya @smiindrawati, Rabu (31/3).

Kementerian Kesehatan menyadari program vaksinasi virus corona (Covid-19) di Indonesia masih berjalan lambat yakni sekitar 500.000 orang per hari. kondisi ini diperburuk dengan pasokan vaksin yang berkurang lantaran India melakukan embargo vaksin dari AstraZeneca.

Meskipun program vaksinasi masih berjalan lambat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim saat ini sudah ada sekitar 10 juta vaksinasi di Indonesia, dengan perincian 7,6 juta vaksinasi tahap I dan 3,4 juta tahap II.

Dengan pencapaian ini Indonesia berada di posisi keempat negara terbanyak yang melakukan vaksinasi Covid-19. “Indonesia masuk empat besar negara di dunia yang bukan produsen vaksin, tapi tertinggi dalam melakukan penyuntikan vaksin,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (30/3).(ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  • 32
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here