Aroma Reshuffle Kabinet Makin Kencang Pasca Pertemuan Jokowi-Megawati

0
2208
Aroma Reshuffle Kabinet Makin Kencang Pasca Pertemuan Jokowi-Megawati
Presiden Jokowi (kiri) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Antaranews/cc)
Bagikan Berita Ini
  • 132
    Shares

TEROPONGMETRO – Ada aroma reshuffle di pertemuan rutin Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Pertemuan rutin ini sangat mungkin mengarah ke pembahasan reshuffle kabinet. Namun Sekjen PDIP membantah hal ini.

Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto terlihat masih malu-malu kucing dalam melempar isu reshuffle. Dia tak membantah ada pertemuan rutin Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan rutin yang terakhir disebut sudah berlangsung 10 hari lalu. Dan pertemuan itu, menurut Hasto, membahas hal fundamental tentang bangsa dan negara. Tak ada isu reshuffle kabinet yang disisipkan di pertemutan ruti kedua tokoh bangsa itu.

“Pertemuan secara rutin dan periodik dilakukan kedua pemimpin membahas tentang bangsa dan negara,” ujar Hasto.

Hanya persoalan-persoalan yang sifatnya fundamental dan strategis yang dibicarakan. Dan itu semua disebut beruara pada cara menentukan perbaikan nasib rakyat dan bangsa dan negara ke depan Lantas bagaimana dengan reshuffle? PDIP yang menjadi partai pemenang Pemilu sangat mungkin diajak bicara soal ini. Apalagi, presiden Jokowi juga berasal dari PDIP.

“PDI Perjuangan oleh Ibu Megawati diajarkan berpolitik dengan taat pada aturan main, tata pemerintahan yang baik,” ujar Hasto.

Itu sebabnya PDIP akan menyerahkan sepenuhnya perombakan kabinet ke Presiden Jokowi. Bagi dia, urusan reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden. Untuk diketahui, isu reshuffle kabinet kembali muncul ke permukaan. Itu dipicu usulan Presiden Jokowi tentang pembentukan Kementerian Investasi dan usulan menambah unsur Ristek ke Kemendikbud yang disetujui DPR.

Dalam hal ini, kata Hasto, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah mengajarkan kepada para kader partai untuk patuh dan taat pada aturan dalam politik. Hasto pun menegaskan, PDIP menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.

“Presiden punya kewenangan untuk melakukan evaluasi kinerja dari seluruh jajaran kabinetnya. Reshuffle hanya bisa dilakukan atas kehendak dari presiden. Itu sikap dari partai,” ucap Hasto. (f1)


Bagikan Berita Ini
  • 132
    Shares



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here