RS Lumpuh Karena Covid-19, Rakyat India Cari Obat Di Pasar Gelap

0
510
RS Lumpuh Karena Covid-19, Rakyat India Cari Obat Di Pasar Gelap
Seorang pasien Covid-19 dipindahkan ke bangsal setelah masuk di rumah sakit GTB di New Delhi, India pada Kamis 29 April 2021. (Foto: AFP)
Bagikan Berita Ini
  • 4
    Shares

TEROPONGMETRO – Rakyat India berburu obat di pasar gelap saat layanan banyak rumah sakit lumpuh akibat lonjakan besar pasien Covid-19. Seperti dilaporkan AP, Kamis (29/4/2021), dalam beberapa kasus, orang-orang beralih ke perawatan medis yang tidak terbukti. Tetapi dalam kasus lain, obat-obatan penyelamat hidup di pasar gelap juga tidak banyak tersedia.

Sebut saja kisah pahit, Ashish Poddar. Dia menyimpan kantong es saat menunggu di luar rumah sakit New Delhi untuk dealer pasar gelap mengirimkan dua obat untuk ayahnya, yang terengah-engah dengan Covid-19.

Tetapi obat yang dinanti Poddar tidak kunjung tiba, es yang dimaksudkan untuk menjaga agar obat tetap dingin mencair. Sang ayah akhirnya meninggal beberapa jam kemudian.

Poddar telah diberitahu oleh rumah sakit swasta yang merawat ayahnya, Raj Kumar Poddar, bahwa remdesivir, antivirus, dan tocilizumab, obat yang menambah respons kekebalan manusia, diperlukan untuk menjaga pria berusia 68 tahun itu tetap hidup.

Seperti kebanyakan rumah sakit dan apotek di ibu kota India, stok sudah habis. Putus asa, Poddar menoleh ke dealer yang menjanjikan obat-obatan setelah mengambil uang muka hampir US$ 1.000 atau Rp 14,4 juta.

“Saya berharap dia setidaknya memberitahu bahwa dia tidak akan datang. Saya bisa saja mencari di tempat lain,” sesal putra yang berduka itu.

India mencetak rekor global lain dalam kasus virus baru pada Kamis (29/4) dengan lebih dari 379.000 infeksi baru, yang semakin menekan rumah sakit di negara itu yang kewalahan.

Negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang itu kini telah mencatat lebih dari 18 juta kasus, hanya di belakang Amerika Serikat (AS), dan lebih dari 200.000 kasus kematian – meskipun angka sebenarnya diyakini lebih tinggi.

Kematian seperti itu terjadi di mana-mana sehingga tempat pemakaman kehabisan ruang di banyak kota dan pembakaran kayu bakar menyala sepanjang malam.

Beberapa obat yang diketahui membantu mengobati Covid-19, seperti remdesivir dan steroid pada pasien rawat inap, masih langka. Perawatan paling dasar terapi oksigen – juga terbatas.

Kondisi itu menyebabkan kematian yang tidak perlu. Bahkan tempat tidur rumah sakit pun langka. Hanya ada 14 tempat tidur perawatan intensif gratis yang tersedia di New Delhi, kota berpenduduk 29 juta orang, pada Kamis pagi. (Tm)


Bagikan Berita Ini
  • 4
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here