Hindari Tanggal Larangan, Warga Mudik Duluan

0
956
Hindari Tanggal Larangan, Warga Mudik Duluan
Ilustrasi terminal bus.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pemerintah memutuskan untuk melarang masyarakat mudik pada periode 6-17 Mei 2021 mendatang. Namun pengetatan persyaratan perjalanan orang sudah mulai diberlakukan.

Penumpang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung sejak 28 April hingga 1 Mei 2021. Jumlah tersebut berdasarkan data rekapitulasi harian perjalanan penumpang PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak di Pelabuhan Merak, Cilegon.

Tercatat dalam waktu empat hari, sebanyak 110.666 penumpang yang melakukan penyebrangan menuju Pelabuhan Bakauheuni, Lampung. Sementara untuk kendaraan, baik roda dua dan roda empat ada sebanyak 28.842 kendaraan yang telah menyeberang.

Para penumpang yang menyeberang masih didominasi oleh pengguna kendaraan. Terbukti, sebanyak 105.368 orang yang melakukan penyeberangan menggunakan kendaraan. Sedangkan, untuk penumpang pejalan kaki hanya berjumlah 5.298 orang.

Meski begitu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Hasan Lessy mengatakan, jika kondisi arus penumpang di Pelabuhan Merak masih terhitung normal. Kendati menurutnya, jika ada lonjakan penumpang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Masih dinamika normal. Kalau mau lihat juga itu lonjakan juga,” ucapnya kepada awak media, Minggu (2/5).

Bahkan, ia menyampaikan, jika pihaknya tetap akan mengoperasikan seluruh dermaga kapal yang ada di Pelabuhan Merak saat pemberlakuan larangan mudik pada tanggal 6 – 17 Mei 2021 mendatang.

Termasuk operasional kapal menuju Pelabuhan Bakauheuni, Lampung yang tetap akan mengikuti instruksi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Banten.

“Kalau dermaga itu kita semua beroperasi (saat pemberlakuan larangan mudik), dan kapal juga ya sesuai dengan pemberian jadwal dari balai. Dan ASDP tetap mengikuti dengan aturan pemerintah,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan MNC Portal di Stasiun Pasar Senen, pada Jumat (30/4/2021) pada pukul 18.14 WIB, para penumpang mulai meramaikan stasiun. Terpantau antrean penumpang terjadi di pintu menuju pemeriksaan tes Antigen dan GeNose C-19.

Namun sayangnya, antrean yang dilakukan untuk tes GeNose tidak memperhatikan protokol kesehatan. Karena jarak antrean antar satu penumpang dengan yang lainya terlalu padat.

Tidak ada petugas di lapangan yang mengatur agar penumpang jaga jarak. Selain itu, tidak ada rambu-rambu jaga jarak yang terpasang di antrean penumpang tersebut.

Barulah setelah masuk ke dalam, ada petugas keamanan dari petugas keamanan yang ikut mengatur jarak antrean. Bahkan petugas keamanan tersebut akan melakukan teguran jika ada penumpang yang terlalu dekat jaraknya.

“Ini antrean untuk penumpang yang mau GeNose,” ujar salah seorang petugas.

Sementara itu, antrean menuju pintu masuk peron Stasiun relatif lebih sedikit dan tidak terlalu lama. Namun sayangnya, lagi-lagi jarak antar penumpang satu dengan yang lainya terlalu dekat.

Antrean terjadi di pintu masuk menuju Kereta Senja Utama dengan rute keberangkatan menuju Stasiun akhir Yogyakarta pada pukul 19.10 WIB. Selain itu, ada beberapa rute keberangkatan lain seperti KA Serayu Malam dengan rute Stasiun akhir Purwokerto pada pukul 20.35 WIB dan KA Bogowonto dengan rute akhir Stasiun Lempuyangan pada jam keberangkatan pukul 22.00 WIB.

Tak hanya antrean, para penumpang juga terpantau ramai dan banyak yang bersantai sambil berbuka di kursi yang tersedia di stasiun. Beberapa penumpang yang tak mendapatkan tempat duduk pun terlihat ada yang duduk di lantai sambil berbuka puasa.

Sedangkan tenant-tenant yang ada di stasiun pasar senen juga relatif ramai karena bersamaan dengan momen buka puasa. Hal ini terlihat dari bangku-bangku tenant makanan yang ramai diduduki oleh penumpang.(ra)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here