Meski Bukan Muslim, Wabendum Partai Golkar Selalu Berbagi Takjil

0
384
Terkadang pria kelahiran Medan, 2 Juli 1960 ini juga tidak lupa mengingatkan para pengendara dan pejalan kaki yang menerima tajil yang tidak menggunakan masker. Semua ini dilakukannya demi menjaga pandemi Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah.
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Karan Sukarno Walia bersama keluarga, melaksanakan tradisi tahunan di setiap bulan Ramadan dengan berbagi takjil.
Bagikan Berita Ini
  • 10
    Shares

TEROPONGMETRO – Meski tidak beragama Islam, Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Karan Sukarno Walia bersama keluarga, tetap melaksanakan tradisi tahunan di setiap bulan Ramadan.

Kewajiban yang dilakukan keluarga dari keturunan India beragama Sikh ini dengan cara membagi – bagikan ratusan takjil kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Dalam pembagian takjil ini, Karan Sukarno Walia selalu didampingi istri tercinta, Lovely Walia, dan buah hati pasangan keluarga harmonisnya, Raoul Walia. Tradisi ini sudah 4 tahun dilaksanakan keluarga ini.

“Pembagian ratusan takjil ini rutin kami lakukan bersama keluarga di depan rumah, persisnya di Jalan Villa Danua Indah Raya, kawasan Sunter Indah, Jakarta Utara,” ujar Karan Sukarno, Senin (3/5/21).

Setiap pengendara sepeda motor maupun kendaraan lain yang melintas akan menerima hidangan untuk berbuka puasa tersebut. Pembagian takjil pada tahun ini juga dengan menerapkan protokol kesehatan.

Terkadang pria kelahiran Medan, 2 Juli 1960 ini juga tidak lupa mengingatkan para pengendara dan pejalan kaki yang menerima tajil yang tidak menggunakan masker. Semua ini dilakukannya demi menjaga pandemi Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah.

“Kami membagi – bagikan takjil ini untuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kami lakukan ini juga untuk tetap merajut persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Karan Sukarno.

Menurutnya, pembagian takjil ini merupakan rejeki yang selalu disisihkan keluarganya. Tidak hanya khusus untuk umat Islam, kegiatan sosial keluarga ini juga dilakukan untuk umat beragama lainnya.

“Kegiatan sosial ini tidak akan mengurangi rezeki keluarga. Bahkan rezeki kita bakal bertambah besar untuk ke depannya,” sebutnya.

Oleh karena itu, Karan Sukarno bersama keluarga mendorong warga negara Indonesia keturunan lainnya, supaya mau mengikuti kebiasaan tersebut. “Kepada umat Islam, kami sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa,” pungkas Karan Sukarno.(ra)


Bagikan Berita Ini
  • 10
    Shares



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here