Baikal Sebut Ada 55 DPC Sulit Air Sepakat yang Siap Gelar Mubes Tepat Waktu

0
3361
Baikal Sebut Ada 55 DPC Sulit Air Sepakat yang Siap Gelar Mubes Tepat Waktu
Ketua DPC SAS Pekan Baru, Baikal.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Organisasi kedaerahan Sulit Air Sepakat (SAS) setelah beberapa hari mengalami polemik pasca mundurnya salah satu tokoh nasional dan mantan Ketua DPD RI DR.Oesman Sapta Odang sebagai dewan pembinanya, akhirnya sepakat untuk melaksanakan Musyawarah besar (Mubes) SAS XXIII.

Musyawarah Besar SAS siap digelar pada tanggal 23 Mei 2021 dengan sistem Hybird dengan beberapa Venue utama diataranya di Sulit Air, Jakarta dan beberapa Kota besar lainya, Panitia MUBES memastikan MUBES siap digelar yang mana persiapannya sudah melewati 80 persen. Hal ini disampaikan oleh Baikal sebagai Ketua DPC SAS Pekan Baru dan sekaligus diminta sebagai ketua pelaksana Mubes SAS.

“Kami sudah siap. Delegasi yang menyatakan siap untuk mengikuti MUBES kali ini sudah mencapai 55 DPC SAS, panitia menseleksi pemilik suara MUBES yang sah, panitia tidak hentinya menerima telepon dari Cabang-cabang dan menanyakan tentang MUBES SAS XXIII. Materi sidang di godok secara detail oleh steering comite (SC), Saat ini hampir selesai, Finalisasi” Ujar Baikal saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (12/5/21)

Seperti diketahui MUBES SAS XXIII ini cukup polemik setelah mundurnya Ketua Dewan Pembina Oesman Sapta, ini telah menjadi bola liar terkait perjalanan DPP SAS yang sudah kehilangan kepercayaan sebagian besar pengurus DPC SAS se Indonesia dan DPC SAS luar negeri.

Para DPC SAS mendorong ketua DPC Pekan Baru Baikal untuk menjadi ketua panitia MUBES XXIII, Yang mana agenda MUBES SAS XXIII ini, meminta pertanggungjawaban DPP serta memilih Ketua Umum DPP SAS yang baru.

“Kami Siap menjalankan MUBES SAS XXIII, ini bukan kehendak saya tapi perintah dari DPC SAS se Indonesia dan DPC SAS luar negeri untuk menggelar MUBES SAS XXIII tepat waktu, Kami harap DPP SAS memberikan penjelasan terkait laporan pertanggungjawaban secara transparan dan tuntas termasuk masalah keuangan” tutup Baikal.(Din)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini